Turki Hentikan Pencarian Jenazah Jamal Khashoggi - Kompas.com

Turki Hentikan Pencarian Jenazah Jamal Khashoggi

Kompas.com - 10/11/2018, 22:12 WIB
Anggota Asosiasi HAM (IHD) memegang foto Jamal Khashoggi  dalam unjuk rasa di depan kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.AFP/BULENT KILIC Anggota Asosiasi HAM (IHD) memegang foto Jamal Khashoggi dalam unjuk rasa di depan kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

ANKARA, KOMPAS.com - Kepolisian Turki dilaporkan memutuskan menghentikan pencarian jenazah jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi.

Seorang sumber mengatakan, keputusan itu dibuat setelah penyelidik menemukan jejak cairan asam di kediaman Konsul Jenderal Saudi di Istanbul.

Baca juga: Jenazah Jamal Khashoggi Jadi Cairan dan Dibuang ke Saluran Air

Dilansir Al Jazeera Sabtu (10/11/2018), temuan cairan asam dan bahan kimia itu memperkuat teori bahwa jenazah Khashoggi dimutilasi dan dilenyapkan.

Apalagi, media Turki Daily Sabah memberitakan pelaku melenyapkan jenazah Khashoggi menggunakan cairan asam hingga mencair, dan membuangnya ke saluran air.

"Meski begitu, penyelidikan kriminal terkait pembunuhan tersebut bakal terus berjalan," ujar sumber tersebut kepada Al Jazeera.

Khashoggi dibunuh pada 2 Oktober ketika mendatangi gedung Konsulat Saudi di Istanbul untuk mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya, Hatice Cengiz.

Kantor Jaksa Penuntut Turki menjelaskan, Khashoggi dicekik setelah dia memasuki gedung, dan jenazahnya dimutilasi oleh tim beranggotakan 11 orang.

Sabah juga mengulas, Saudi mengirim tim berjumlah 11 orang berisi pakar kimia dan racun untuk membersihkan bukti pembunuhan Khashoggi.

Ahmad Abdulaziz al-Janobi dan Khaled Yahya bersama sembilan orang lainnya berkunjung ke Istanbul pada 11 Oktober, sembilan hari setelah Khashoggi dilaporkan menghilang.

Mereka berada di sekitar konsulat setiap hari hingga 17 Oktober, sebelum bertolak menuju Saudi tiga hari kemudian.

Sejak mengumumkan Khashoggi tewas karena pembunuhan berencana, Riyadh masih belum menunjukkan di mana jenazah kolumnis The Washington Post itu dikuburkan.

Tim gabungan Saudi dan Turki dibentuk untuk melaksanakan investigasi. Namun Presiden Recep Tayyip Erdogan merasa pejabat Saudi masih berusaha menutupi kasus pembunuhan tersebut.

Erdogan menanyakan siapa yang memberikan perintah kepada tim yang dikerahkan ke Istanbul untuk membunuh jurnalis berusia 59 tahun tersebut.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Khashoggi: Turki Temukan Bukti Cairan Asam


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X