ISIS Mengaku Dalangi Insiden Penikaman di Melbourne

Kompas.com - 09/11/2018, 19:42 WIB
Seorang polisi memeriksa korban tewas dalam insiden penikaman di kota Melbourne, Australia pada Jumat (9/11/2018). AFP/WILLIAM WESTSeorang polisi memeriksa korban tewas dalam insiden penikaman di kota Melbourne, Australia pada Jumat (9/11/2018).
|

MELBOURNE, KOMPAS.com - Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) mengaku bertanggung jawab atas insiden penikaman yang terjadi di Melbourne, Australia, Jumat (9/11/2018).

Insiden itu mengakibatkan satu orang tewas dan dua orang lainnya mengalami luka sehingga harus dirawat di rumah sakit.

"Pelaku operasi di Melbourne adalah pejuang ISIS yang mengincar warga negara koalisi yang memerangi ISIS," demikian kantor berita ISIS, Amaq.

Baca juga: Seorang Pria Membakar Mobil dan Tikam Orang di Jalanan Melbourne

Sementara itu, kepolisian Australia mengatakan, pelaku penikaman yang belum disebut identitasnya tinggal di pinggiran sisi barat laut Melbourne.

Pria itu adalah seorang keturunan Somalia yang datang ke Australia pada 1990-an ketika negaranya masih diamuk perang saudara.

Australia memang merupakan salah satu negara anggota koalisi pimpinan AS yang memerangi ISIS di Suriah dan Irak sejak 2014.

Saat itu, ISIS menguasai sebagian wilayah kedua negara tersebut dan sempat memproklamasikan berdirinya kekalifahan di wilayah yang didudukinya.

Di Suriah, wilayah ISIS kini sudah semakin sempit yaitu tinggal di kawasan gurun antara Damaskus dan perbatasan Irak serta daerah kecil di lembah Sungai Efrat.

Baca juga: Pelaku Penikaman 9 Pelajar di China Jalani Eksekusi Hukuman Mati

Menurut Lembaga Pemantau HAM Suriah (SOHR), organisasi pemantau yang berbasis di Inggris menyebutkan, koalisi AS dalam beberapa hari terakhir terus menggelar serangan udara ke daerah kantong itu.

Sejak kondisinya makin terdesak, ISIS menyerukan agar pengikutnya menyerang target-target Barat dan mengklaim menjadi dalang serangkaian serangan dalam beberapa tahun belakangan.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X