Pelaku Penikaman 9 Pelajar di China Jalani Eksekusi Hukuman Mati

Kompas.com - 27/09/2018, 19:56 WIB
Zhao Zewei dijatuhui hukuman mati pada Juli lalu setelah dinyatakan terbukti menikam hingga tewas sembilan pelajar sebuah sekolah menengah. WeiboZhao Zewei dijatuhui hukuman mati pada Juli lalu setelah dinyatakan terbukti menikam hingga tewas sembilan pelajar sebuah sekolah menengah.
|

BEIJING, KOMPAS.com - Terpidana kasus penikaman yang menewaskan sembilan pelajar dan melukai 11 lainnya di sebuah sekolah di China pada April lalu, Kamis (27/9/2018), menjalani eksekusi hukuman mati.

Zhao Zewei dijatuhi hukuman mati pada Juli lalu setelah dinyatakan bersalah dalam kasus penikaman di dekat sebuah sekolah menengah di Mizhi, provinsi Shaanxi pada 27 April lalu.

Setelah mendapatkan persetujuan dari mahkamah agung China, eksekusi hukuman mati digelar di Mizhi. Demikian pernyataan pengadilan kota Yulin.

Baca juga: Sultan Malaysia Batalkan Hukuman Mati Tiga Pria Meksiko Pengedar Narkoba

Zhao mengatakan, dia menyerang bekas sekolahnya itu untuk melampiaskan rasa frustrasi dan kemarahan terkait nasib buruknya.

Dia juga mengatakan selalu menjadi korban bullying selama menjadi murid di sekolah tersebut.

Namun, pengadilan menilai motif Zhao melakukan pembunuhan itu amat "menjijikkan" dan cara dia melakukan aksinya juga sangat sadis.

Sehingga, mahkamah agung memperkuat keputusan pengadilan dan mengizinkan eksekusi hukuman mati dilaksanakan.

Sebenarnya, aksi kriminal berdarah di China amat jarang terjadi jika dibandingkan negara lain di dunia. Sebab, pemerintah mengendalikan kepemilikan senjata dan pengamanan amat ketat di berbagai kota.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir muncul serangkaian serangan dengan menggunakan pisau atau kapak, termasuk yang terjadi tahun ini di Beijing.

Baca juga: Pengasuh Anak Pembakar Kediaman Majikannya Jalani Hukuman Mati

Pemerintah China tidak pernah merilis data jumlah terpidana mati yang dieksekusi setiap tahun.

Namun, sejumlah organisasi HAM memperkirakan China menjadi negara yang paling banyak melakukan hukuman mati setiap tahun dibanding gabungan seluruh negara di dunia. 

...



Sumber SCMP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X