Pulau Boracay dan Upaya Filipina Membangun Pariwisata Berkelanjutan

Kompas.com - 08/11/2018, 13:56 WIB
Pulau Boracay, Filipina. Hezril Azmin/CeritalahPulau Boracay, Filipina.

PARIWISATA berkelanjutan: apakah mungkin?

Dengan ratusan ribu wisatawan China, India, Rusia, dan Asia Tenggara lainnya memadati pantai, kota bersejarah, dan kota-kota kita, mengelola jumlah mereka yang sangat besar terlihat seperti tugas yang hampir tak mungkin.

Pada 2017, terdapat 134 juta wisatawan yang berkunjung ke Asia Tenggara, naik dari 113 juta pada 2016 – bahkan lebih dari proyeksi ASEAN untuk 2020 yang diperkirakan mencapai 123 juta. Wisatawan China sendiri menjadi kelompok terbesar, dengan sekitar 28 juta.

Namun, pelaku industri pariwisata di ASEAN tetap mengeluh tentang pendapatan mereka yang masih rendah. Meskipun wisatawan Tiongkok berbondong-bondong datang, tapi persepsi umumnya adalah manfaat terhadap komunitas lokal masih terbatas.

Memang, terkadang kerugiannya dapat melebihi keuntungannya. Sebagai contoh, beragam pulau dan pantai di kawasan ini sekarang hampir mengalami kehancuran dari segi lingkungan, jika pemerintah tidak intervensi untuk mencegah degradasi ini.

Pariwisata memang merupakan sumber mata pencaharian penting bagi komunitas lokal. Sektor tersebut juga menyediakan sekitar 14,4 juta pekerjaan – mulai dari pelayan, pekerja hotel, sopir taksi, penjaga toko, penjaga kolam renang, dan lainnya.

Namun untuk Boracay, pulau wisata di Filipina yang termahsyur, pertumbuhan yang sudah beberapa dekade ini tidak diteliti, pengawasan yang buruk, dan ditambah dengan infrastruktur yang hampir tidak ada, telah mengubah wilayah itu, menurut Presiden Rodrigo Duterte, seperti septic tank.

Awal tahun ini, Duterte bahkan menutup wilayah tersebut, yang dulu disebut sebagai “pulau terbaik di dunia” oleh majalah Condé Nast Traveler 2016.

Namun hal ini bukan hanya terjadi di Filipina. Pemerintah negara lain juga mulai bergerak.
Maret lalu, daerah ikonik Maya Bay di pulau Koh Phi Phi (terkenal karena menjadi lokasi film Leonardo DiCaprio “The Beach”) juga ditutup untuk publik.

Tujuannya mencegah sekitar 4.000 pengunjung harian untuk makin merusak terumbu karang di wilayah tersebut, di mana diperkirakan 80 persen di antaranya sudah rusak.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X