Menlu AS: Seluruh Timur Tengah Harusnya Mencontoh Israel

Kompas.com - 12/10/2018, 11:15 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo saat konferensi pers Kantor Kemenlu AS, di Washington, DC, pada Jumat (11/5/2018). (AFP/Mandel Ngan) Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo saat konferensi pers Kantor Kemenlu AS, di Washington, DC, pada Jumat (11/5/2018). (AFP/Mandel Ngan)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ( AS) Mike Pompeo menyebut Israel merupakan negara di Timur Tengah yang sesuai keinginan mereka.

Berbicara dalam acara Institut Yahudi untuk Keamanan Nasional Amerika (JINSA), Pompeo menyebut Israel merupakan negara yang makmur dan demokratis.

"Di sana ekonominya bagus dan kebebasan berpendapat dijamin. Seluruh Timur Tengah seharusnya mencontoh mereka," kata Pompeo dilansir Russian Today Jumat (12/10/2018).

Baca juga: Kalahkan Clinton, Kubu Trump Dilaporkan Minta Bantuan Perusahaan Israel

Di sisi lain Iran, tutur Pompeo, mempunyai pemimpin korup yang merendahkan HAM dan menyebarkan terorisme di seluruh kawasan.

Mantan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) itu kemudian menyindir era pemerintahan Presiden Barack Obama yang dinilainya terlalu lunak.

Pompeo menjelaskan, pemerintahan Obama berpikir para pemimpin Iran bisa melunak jika sanksi terhadap mereka dicabut, dan mendapat dana.

Namun ini bukan film Disney," ujar Pompeo yang menyamakan mereka sebagai penjahat. "Mereka membunuh dan menyebarkan paham terorisme seperti 'Matilah AS'," papar dia.

Selama beberapa dekade, pada Presiden AS menjaga hubungan yang seimbang antara Israel dengan negara di Timur Tengah lainnya.

Namun, Russia Today melaporkan di era Presiden Donald Trump ini, Negeri "Paman Sam" lebih condong ke Israel. Salah satunya dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Mereka juga memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem sehingga memicu kecaman global karena dianggap menyalahi resolusi PBB.

Washington juga memotong dana bantuan PBB yang diperuntukkan bagi para pengungsi Palestina maupun dana langsung kepada Pemerintahan Palestina (PA) dan Gaza.

Di Mei, Trump mengumumkan AS keluar dari perjanjian nuklir Iran yang dibuat di era Obama pada 2015, dan disebutnya "terburuk dalam sejarah" itu.

Presiden berusia 72 tahun itu juga memberikan sanksi kepada Teheran, dan mengancam negara lain agar tak berbisnis dengan negara itu.

Baca juga: Selama Masih Ada Iran, AS Tak Bakal Bantu Suriah

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X