Kalahkan Clinton, Kubu Trump Dilaporkan Minta Bantuan Perusahaan Israel

Kompas.com - 09/10/2018, 08:21 WIB
Calon Presiden AS Donald Trump dan Hillary Clinton. Calon Presiden AS Donald Trump dan Hillary Clinton.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pejabat utama tim kampanye Donald Trump dalam pemilu presiden pada 2016, Rick Gates, dilaporkan mengajukan permintaan kepada perusahaan Israel untuk membantu mengalahkan Hillary Clinton.

Demikian laporan The New York Times seperti dilansir dari AFP dan CNBC, Senin (8/10/2018).

Permintaan tersebut terkait manipulasi online oleh perusahaan intelijen Israel, Psy-Group, terhadap penantang Trump dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Baca juga: Trump Tak Sabar Bertemu dengan Kim Jong Un

Psy-Group merupakan perusahaan yang dikelola oleh mantan pejabat intelijen Israel. Perusahaan itu pernah mengusulkan untuk menggunakan profil online palsu untuk menyerang Senator Ted Cruz.

Sebagai informasi, Cruz merupakan bakal calon presiden dari Partai Republik.

Terkait Clinton, dalam proposal lainnya menunjukkan adanya penelitian terhadap oposisi dan orang-orang yang berada di dekatnya.

Proposal ketiga menjelaskan rencana jangka panjang untuk menggunakan media sosial guna mengekspos perpecahan pada kampanye pesaing.

Pemilik Psy-Group Joel Zamel dilaporkan bertemu dengan Donald Trump Jr, putra tertua Trump, pada Agustus 2016.

Tidak ada bukti kampanye Trump diterima dan bertindak berdasarkan proposal tersebut, begitu pula dengan campur tangan Rusia.

Baca juga: Bersafari di Kenya, Topi Melania Trump Jadi Kontroversi

Sementara itu, penasihat khusus Robert Mueller yang menyelidiki persekongkolan Rusia dan Trump terhadap pemilu 2016, telah memperoleh salinan proposal tersebut dan sedang menginterogasi karyawan Psy-Group.

Marc Mukasey, pengacara Zamel, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kliennya bukanlah target penyelidikan Mueller.

"Mueller telah mengklarifikasi sejak hari pertama, Joel dan perusahaannya tidak pernah menjadi target penyelidikan," katanya, seperti diwartakan CNN.

"Joel memberikan kerja sama penuh kepada pemerintah untuk membantu penyelidikan mereka dan kami tidak pernah mendengar kabar dari mereka sejak itu," ucapnya.

Pada Februari lalu, Gates berjanji bekerja sama dengan Mueller untuk menyelidiki kampanye Trump, saat dia mengaku bersalah dengan tidak melaporkan rekening bank di luar negeri.

Baca juga: Iran: Trump Telah Mempermalukan Arab Saudi

Pada bulan yang sama, Mueller menuntut 13 orang Rusia dan tiga perusahaan mengganggu dan "menabur perselisihan" dalam sistem politik AS menggunakan media sosial.

Sebanyak 12 intelijen Rusia kemudian didakwa pada Juli atas operasi maya berskala besar terkait ikut campur dalam pemilihan dengan meretas kampanye kepresidenan Hillary Clinton 2016 dan Partai Demokrat.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X