Selama Masih Ada Iran, AS Tak Bakal Bantu Suriah

Kompas.com - 11/10/2018, 11:09 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo saat konferensi pers Kantor Kemenlu AS, di Washington, DC, pada Jumat (11/5/2018). (AFP/Mandel Ngan) Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo saat konferensi pers Kantor Kemenlu AS, di Washington, DC, pada Jumat (11/5/2018). (AFP/Mandel Ngan)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat ( AS) menyatakan penolakan upaya pemulihan di Suriah selama Iran masih menunjukkan keberadaannya di sana.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo di lembaga pro-Israel, seperti diberitakan AFP Kamis (11/10/2018).

Di Institut Yahudi untuk Keamanan Nasional Amerika, Pompeo berjanji bakal mengambil pendekatan agresif guna membendung pengaruh Iran di Timur Tengah.

Baca juga: Netanyahu Tegaskan akan Tetap Memerangi Musuh Israel di Suriah

"Mengusir Iran merupakan tanggung jawab pemerintah Suriah setelah mereka memutuskan mengundang mereka," terang Pompeo.

"Jika Suriah tak bisa menjamin Iran maupun sekutunya keluar, maka mereka tidak akan menerima satu dollar pun untuk pembangunan," koar dia.

Pada Agustus, Presiden Donald Trump menarik diri dari rencana pembangunan jangka pendek Suriah dengan total bantuan 230 juta dollar AS, atau Rp 3,5 triliun.

Ucapan Pompeo itu memperluas penjelasan mengapa AS terlibat dalam perang sipil yang menurut sejumlah kelompok peninjau telah menewaskan 365.000 orang sejak 2011 itu.

Mantan Presiden Barack Obama memerintahkan AS mengintervensi Suriah untuk menghancurkan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Washington menempatkan sekitar 2.000 pasukan di sana untuk melatih dan menjadi konsultan kelompok paramiliter yang memberontak terhadap Presiden Bashar al-Assad.

Mantan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) itu berujar, dia menyatakan Assad kini semakin kuat berkat dukungan Iran dan Rusia.

Karena itu, selain mengalahkan ISIS, AS menambahkan dua misi lain. Resolusi politik damai di Suriah dan keluarnya pasukan Iran.

"Iran melihat ketidakstabilan situasi di Suriah sebagai peluang emas untuk memperkuat pengaruh mereka di kawasan," terang Pompeo.

Dia memperingatkan jika Teheran dibiarkan terus berada di Suriah, maka Israel yang merupakan rival utama bakal terancam.

Adapun Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton menyatakan pasukan AS bakal tetap bertahan selama militer Iran berada di luar negara mereka.

Baca juga: Erdogan: Tentara Turki Tetap Ada Suriah sampai Damaskus Gelar Pemilu



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X