Erdogan: Tentara Turki Tetap Ada Suriah sampai Damaskus Gelar Pemilu

Kompas.com - 05/10/2018, 23:44 WIB
Foto yang dirilis Pasukan Bersenjata Turki memperlihatkan tentara Turki didampingi kendaraan lapis baja berpatroli di kota Manbij di Suriah utara, Senin (18/6/2018). AFP / TURKISH ARMED FORCESFoto yang dirilis Pasukan Bersenjata Turki memperlihatkan tentara Turki didampingi kendaraan lapis baja berpatroli di kota Manbij di Suriah utara, Senin (18/6/2018).

ISTANBUL, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa tentaranya akan tetap berada di Suriah sampai rakyat negara itu menggelar pemilihan presiden.

Dilansir dari The New Arab, Erdogan berjanji, militernya akan meninggalkan Suriah setelah rakyat Suriah melaksanakan pemilu.

"Kapan pun rakyat Suriah menggelar pemilihan, kami akan menyerahkan negara itu kepada pemiliknya," kata Erdogan dalam forum di Istanbul, Kamis (4/10/2018).

Bulan lalu, sekutu rezim Suriah, Rusia bersama dengan pendukung kelompok pemberontak, Turki, telah mencapai kesepakatan untuk membentuk zona penyangga di kawasan Idlib, yang menjadi daerah kantong terakhir yang dikuasai pemberontak.

Baca juga: Militer Turki Mulai Masuki Kawasan Zona Penyangga di Suriah

Kesepakatan membentuk zona demiliterisasi yang bebas dari kelompok militan dan persenjataan berat itu akan menghindarkan kawasan Idlib dari rencana serangan militer besar-besaran oleh rezim Suriah dan sekutunya.

Militer Turki juga memiliki kehadiran di wilayah barat laut di Afrin dan lebih jauh ke timur di sekitar Jarablus, di mana mereka melancarkan operasi militer melawan pasukan Kurdi YPG, yang dilabeli teroris oleh Ankara.

Pekan lalu, Erdogan telah menyarankan untuk memperluas kehadiran militernya lebih jauh dengan menciptakan zona aman di timur Sungai Eufrat.

Erdogan juga mengklaim pihaknya dapat bernegosiasi dengan kelompok radikal di Idlib, yang berada di luar kendali pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Pada Rabu (3/10/2018) lalu, parlemen Turki telah memutuskan memperpanjang mandat yang memungkinkan militernya untuk campur tangan di Irak dan Suriah saat muncul ancaman keamanan nasional.

Salah satunya dalam memerangi kelompok pemberontak Kurdi, kelompok teroris ISIS maupun kelompok lain yang dianggap sebagai ancaman oleh Turki.

Keputusan itu menyusul pernyataan menteri luar negeri Suriah yang mengecam pasukan AS dan Turki yang beroperasi di wilayah negaranya dan menyebut mereka sebagai pasukan pendudukan, serta mendesak agar mereka segera keluar dari Suriah.

Baca juga: Pasukan AS dan Turki Gelar Latihan Jelang Patroli Bersama di Suriah

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X