Kompas.com - 09/10/2018, 23:45 WIB

TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel akan terus melancarkan serangan terhadap target musuh di Suriah, meskipun Rusia telah menempatkan sistem pertahanan udara yang canggih, S-300 di negara itu.

Pernyataan itu disampaikan Netanyahu usai pertemuannya dengan Wakil Ketua Pemerintah Federasi Rusia Maxim Akimov di Yerusalem pada Selasa (9/10/2018).

Netanyahu menegaskan militer Israel akan terus memerangi apa yang disebutnya sebagai upaya Iran untuk menguatkan keberadaan militernya di Suriah dan menyalurkan persenjataan kepada kelompok Hizbullah.

Israel, lanjut Netanyahu, akan terus berkomitmen dalam mempertahankan diri dan menyebut tindakan militernya di Suriah adalah hal yang sah.

Baca juga: Israel Bakal Tetap Perangi Iran di Suriah dan Berkoordinasi dengan Rusia

"Israel berkomitmen untuk melanjutkan aktivitas yang sah di Suriah terhadap Iran dan pendukungnya yang berniat menghancurkan kami," kata Netanyahu, dilansir AFP.

Pertemuan dengan wakil Rusia di Yerusalem tersebut adalah pertemuan resminya yang diumumkan setelah insiden penembakan jatuh pesawat militer Moskwa oleh sistem pertahanan udara Suriah saat Israel melancarkan serangan udara ke Suriah.

Insiden yang terjadi pada 17 September itu menewaskan 14 personil tentara Rusia dan Moskwa menuduh Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab dan sengaja menggunakan pesawat Rusia sebagai tameng.

Tuduhan itu langsung dibantah Israel dengan menyebut bahwa jet-jet tempurnya telah dalam perjalanan kembali usai melancarkan serangan saat terjadinya insiden.

Menanggapi insiden tersebut, Moskwa memutuskan mengirimkan sejumlah perangkat sistem pertahanan udara S-300 untuk ditempatkan di Suriah.

Netanyahu yang bertemu Akimov di sela-sela pertemuan komite ekonomi bilateral meyakini bahwa perselisihan negaranya dengan Rusia akan dapat segera terselesaikan.

"Saya pikir dengan akal sehat dan niat baik kita akan bisa mencapai solusi dan memungkinkan kelanjutan koordinasi yang baik antara militer Rusia dengan Israel," kata dia.

Baca juga: Netanyahu Kritik Rencana Putin Kirim S-300 ke Suriah

.

.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.