Kim Jong Un Dilaporkan Beli Mobil Rolls-Royce Baru - Kompas.com

Kim Jong Un Dilaporkan Beli Mobil Rolls-Royce Baru

Kompas.com - 11/10/2018, 13:13 WIB
Dalam gambar terlihat sebuah mobil dengan logo Rolls-Royce di belakang Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat bertemu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo.Kementerian Luar Negeri AS via CNN Dalam gambar terlihat sebuah mobil dengan logo Rolls-Royce di belakang Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat bertemu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dilaporkan beli mobil baru ketika bertemu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo.

Dalam pertemuan di Pyongyang itu, sebuah foto memperlihatkan Kim masuk ke gedung setelah menumpang sebuah mobil hitam.

Baca juga: Trump Sebut Pertemuan dengan Kim Jong Un Digelar Usai Pemilu Kongres

Diberitakan Daily Mirror Rabu (10/10/2018), terdapat logo Rolls-Royce di ban belakang mobil itu, dengan harganya berkisar 360.000 poundsterling, atau Rp 7,2 miliar.

Pakar percaya mobil itu adalah Rolls-Royce Phantom dan didesain bisa menahan peluru kaliber 7,62 milimeter dengan biaya modifikasi mencapai 150.000 poundsterling, atau Rp 3 miliar.

CNN melaporkan, pemimpin yang berkuasa sejak 2011 itu sebelumnya terlihat menaiki limosin Mercedes-Maybach Pullman Guard.

Mobil dengan level perlindungan tinggi itu terlihat ketika pengawal pribadinya berlari di sekeliling mobil setelah Kim bertemu Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon jae-in April lalu.

Harga mobil tersebut dilaporkan adalah 1 juta dollar AS, atau sekitar Rp 15,2 miliar. Tidak dijelaskan dari mana Kim bisa membeli mobil tersebut.

Sebab pembelian tersebut sama saja dengan melanggar sanksi PBB yang melarang penjualan barang atau mobil mewah ke pemerintah Korut.

"Meski sanksi yang diterima ketat dan ekonomi di Korut tengah rapuh, Kim masih mampu membeli mobil mewah," terang majalah Drive.

Mirror mewartakan, sekitar 40 persen populasi Korut masih menderita malnutrisi. Pekan ini, Program Pangan Dunia PBB melaporkan 10 juta rakyat Korut butuh bantuan kemanusiaan.

Namun, program yang menyediakan 650.000 sereal maupun biskuit kepada perempuan dan anak-anak Korut setiap bulan terancam ditutup karena kekurangan dana.

Sejumlah negara donor maupun perusahaan menolak terlibat meski bantuan kemanusiaan tidak dilarang dalam sanksi yang dikeluarkan PBB.

Baca juga: Vatikan Menantikan Undangan Resmi dari Kim Jong Un


Close Ads X