Trump Sebut Pertemuan dengan Kim Jong Un Digelar Usai Pemilu Kongres

Kompas.com - 10/10/2018, 07:48 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun. AFP PHOTO/SAUL LOEBPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan, akan menggelar pertemuan kedua dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, usai pemilu Kongres pada bulan depan.

"Pertemuan akan diadakan setelah pemilu paruh waktu (pada 6 November). Saya tidak bisa pergi sekarang," ucapnya, seperti diwartakan Yonhap News, Selasa (9/10/2018).

Trump belum membeberkan lokasi yang bakal digunakan untuk pertemuan tersebut. Namun, ada tiga sampai empat lokasi yang telah dipertimbangkan.

Baca juga: Kim Jong Un Ingin Paus Fransiskus Berkunjung Ke Korut

Dia mengatakan, Singapura tidak mungkin menjadi negara penyelanggara konferensi tingkat tinggi dengan Korea Utara lagi.

"Kami mempertimbangkan ada tiga atau empat lokasi berbeda," kata Trump.

Melansir AFP, Trump mengakui adanya kemungkinan KTT digelar di AS atau juga di Korea Utara.

Dia berbicara tentang kemajuan luar biasa dengan tidak adanya uji coba rudal atau nuklir pada tahun ini.

Selain itu, Korea Utara juga mengembalikan sisa-sisa jasad militer AS yang terbunuh selama Perang Korea.

"Tidak ada uji coba nuklir, tidak ada roket, dan kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan Ketua Kim, itu yang snagat penting," ujarnya.

"Saya menyukai dia, dia menyukai saya. Hubungan yang bagus," imbuh pria berusia 72 tahun itu.

Baca juga: Trump Tak Sabar Bertemu dengan Kim Jong Un

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah bertemu dengan Kim Jong Un pada Senin (8/10/2018) di Pyongyang untuk membahas KTT mendatang.

"Saya kembali larut malam kemarin dari Korea Utara, sebuah perjalanan di mana kami menbuat kemajuan nyata," ujarnya kepada wartawan di Gedung Putih.

"Meski masih ada jalan panjang dan banyak pekerjaan yang harus dilakukan, kami akan mencapai tujuan akhir yaitu denuklirisasi yang diverifikasi penuh dari Korea Utara," jelas Pompeo.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP,Yonhap
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Internasional
Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X