Vatikan Menantikan Undangan Resmi dari Kim Jong Un

Kompas.com - 11/10/2018, 10:31 WIB
Umat memenuhi Alun-alun Santo Petrus untuk menghadiri Misa Minggu Palma bersama Paus Fransiskus di Vatikan, 29 Maret 2015. AP PHOTO / RICCARDO DE LUCAUmat memenuhi Alun-alun Santo Petrus untuk menghadiri Misa Minggu Palma bersama Paus Fransiskus di Vatikan, 29 Maret 2015.

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Vatikan kini menantikan undangan resmi dari Korea Utara, menyusul permintaan Kim Jong Un yang ingin agar Paus Fransiskus mengunjungi Pyongyang.

Permintaan pemimpin Korea Utara itu disampaikan kepada Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada pertemuan keduanya bulan lalu.

"Vatikan hanya menunggu undangan untuk kunjungan secara resmi," kata juru bicara Tahta Suci Vatikan Greg Burke kepada Yonhap News, Rabu (10/10/2018).

Dia mengaku belum bisa mengomentari terkait rencana Moon berkunjung ke Vatikan pada pekan depan.


Baca juga: Kim Jong Un Ingin Paus Fransiskus Berkunjung Ke Korut

Moon dijadwalkan berada di Perancis dan Italia pada 13-18 Oktober 2018 dan Vatikan pada 17-18 Oktober 2018.

Saat berada di Vatikan, Moon akan bertemu dengan Paus Fransiskus pada Kamis (18/10/2018) siang.

Selama pertemuan itu, dia berencana untuk menyampaikan pesan Kim terkait kesediaan pemimpin Korut itu mengundang paus ke Pyongyang.

Para analis dan pejabat Vatikan meyakini, kunjungan Paus Fransiskus ke Korea Utara dapat berkontribusi pada meluasnya dukungan masyarakat internasional bagi perdamaian di Semenanjung Korea.

Seorang pejabat Vatikan menyatakan, paus sangat populer di kalangan liberal Amerika yang kritis terhadap negosiasi denuklirisasi antara Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong Un.

"Kunjungan ke Korea Utara oleh paus dapat membawa perubahan besar terhadap opini publik AS, yang pada akhirnya akan memengaruhi negosiasi perdamaian Semenanjung Korea," ujar pejabat yang tidak disebutkan namanya.

Sebelumnya, Moon datang ke ibu kota Korut dengan ditemani Uskup Agung Korsel Hyginus Kim Hee-jong. Dalam pertemuan, Kim mendesak Uskup Hyginus agar Vatikan tahu dia berniat membangun perdamaian.

Baca juga: Trump Tak Sabar Bertemu dengan Kim Jong Un

Sebagai informasi, kegiatan keagamaan diawasi secara ketat di Korut, dan bisa dilarang jika tak sesuai peraturan.

Awal abad ke-20 sebelum adanya pembagian dua Korea, Pyongyang adalah pusat penyebaran agama Kristen, dan dijuluki Yerusalem dari Timur.

Namun pendiri Korut Kim Il Sung melihat agama Kristen merupakan ancaman bagi pemerintahannya, dan berusaha membasminya dengan eksekusi dan kerja paksa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X