Kompas.com - 05/10/2018, 17:14 WIB

KOMPAS.com - Mungkin tak banyak penggemar McDonald's yang mengenal namanya. Namun, dia memiliki peran penting dalam mengembangkan perusahaan raksasa makanan siap saji itu.

Didirikan oleh dua bersaudara Richard dan Maurice McDonald, restoran makin beranak pinak dengan sentuhan tangan pengusaha Ray Kroc.

Pionir industri makanan cepat saji ini berhasil menyebarkan McDonald's ke seluruh dunia, dengan jumlahnya mencapai 37.241 gerai pada 2017.

Lalu, bagaimana Kroc mampu membawa McDonald's ke berbagai negara?

Awal kehidupan

Raymond Albert Kroc lahir pada 4 Oktober 1902 dari orangtua asli Ceko, di Oak Park, Illinois, Amerika Serikat.

Ayahnya bernama Alois "Louis" Kroc, seorang pria dengan disiplin kuat. Dia dipekerjakan dalam sebuah perusahaan telegram, Western Union, dan berhasil mendapat posisi tertinggi.

Sementara, ibunya bernama Rose Mary, seorang ibu penuh kasih sayang. Dia bisa memainkan piano. Dari situ, dia mendapat uang tambahan dengan mengajar piano kepada anak-anak dan orang dewasa.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Marie Curie, Satu-satunya Perempuan Peraih Dua Nobel

Kroc memiliki dua adik, Robert dan Lorraine. Dia dan Robert atau Bob jarang berbicara. Namun, keduanya menjadi makin dekat saat tua.

Ketika masih kecil, Kroc belajar piano dari ibunya. Tapi, dia juga sudah memperlihatkan bakatnya dalam bidang bisnis dengan membuka gerai limun.

Ray Kroc. (Britannica) Ray Kroc. (Britannica)
Pada usia 14 tahun, dia bersama dengan dua temannya, membuka toko musik "Ray Kroc Music Emporium", menjual kertas notasi nada yang dia dulu pakai.

Namun, toko itu ditutup dalam beberapa bulan setelahnya.

Kemudian, dia bekerja di kedai es krim milik pamannya. Kroc belajar keahlian berdagangn seperti menunjukkan senyuman dan antusiasme agar menarik orang untuk membeli.

Pengemudi ambulans

Pada 1917, dia memutuskan berpartisipasi dalam Perang Dunia I sebagai pengemudi ambulans, berharap dapat melayani hingga baris depan medan tempur.

Karena usianya baru 15 tahun, dia tidak diperbolehkan untuk bergabung dengan Palang Merah Amerika.

Alhasil, dia berbohong soal usianya. Selama latihan, Kroc bertemu dengan Walt Disney, yang kelak menjalin hubungan profesional pada sebagian besar hidupnya. Dia dikirim ke Perancis. Ketika perang berakhir, dia dipulangkan lagi ke rumahnya.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Helen Keller, Tunarungu Pendobrak Keterbatasan

Kembali ke Chicago, ayahnya mendesak dia untuk menyelesaikan pendidikannya di Lincoln School.

Namun, Kroc memiliki pemikiran lain. Dikeluarkan dari sekolah, dia siap untuk berpetualang ke dunia sesungguhnya, mencari penghasilan bagi kehidupannya.

"Salesman"

Di usia 17 tahun pada 1919, Kroc memulai kariernya sebagai pedagang dan menambah pendapatannya dengan bermain piano di sebuah klum malam, atau sebagai seorang DJ di stasiun radio lokal.

Sebagai pedagang, dia menjual apa pun, mulai dari real estate di Fort Lauderdale hingga aksesoris dan perhiasan.

Dia juga sempat bergabung dengan Bursa Saham Amerika di New York, membaca informasi harga saham melalui saluran telegraf, dan menerjemahkan berbagai simbol di sana.

Dia menikah dengan Ethel Fleming pada 1922 hingga 1961. Selanjutnya, dia menikah dengan Jane Dobbins Green selama lima tahun hingga 1968, dan terakhir dengan Joan Mansfield Smith pada 1969 sampai akhir hayatnya.

Menginjak usia 21 tahun, dia mendapat pekerjaan tetap pertamanya sebagai agen penjual di Lily Tulip Paper Cup Company.

Pada 1938, dia bertemu seorang pria bernama Earl Prince, yang berhasil membuat "Multimixer", alat pengaduk milkshake dengan lima kumpar.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Mahatma Gandhi, Sang Jiwa Agung Pecinta Damai

Dia menyadari Multimixer memiliki potensi hebat di pasaran. Dia mengajukan hak eksklusif pemasaran pada produk itu. Pada usia 37 tahun, Kroc mundur dari pekerjaan tetapnya untuk mendirikan Prince Castle Sales.

Pria itu berhasil menjual 8.000 mixer dalam satu tahun. Selanjutnya, prioritas masyarakat berubah, dan konsumen utamanya adalah restoran dan kedai es krim.

Penjualan mulai menurun karena bersaing ketat dengan mixer Hamilton Beach.

Restoran McDonalds pertama yang dibuka oleh Ray Kroc, sekarang menjadi museum di Des Plaines, Illinois, AS. (Sandy Felsenthal/Corbis via Britannica) Restoran McDonalds pertama yang dibuka oleh Ray Kroc, sekarang menjadi museum di Des Plaines, Illinois, AS. (Sandy Felsenthal/Corbis via Britannica)
Ekspansi McDonald's

Pada 1954, Kroc berkunjung ke restoran lokal yang dimiliki dua bersaudara Dick dan Mac McDonald di San Bernardino, California. Restoran itu membutuhkan beberapa multimixer-nya.

Dia begitu terkesan dengan operasional yang efisien dan sederhana. Restoran tersebut berfokus menyajikan menu sederhana pula seperi burger, kentang goreng, dan minuman susu kocok.

Kroc menjelajahi tempat parkir sekitar dan berbicara dengan para pelanggan. Dia menemukan alasan pelanggan datang ke restoran itu, yaitu burger dan kentang goreng yang dijual lezat.

Yang pasti, menu-menu dijual dengan harga murah.

Segera itu, dia memimpikan jaringan restoran McDonald's yang juga akan memerlukan multimixer.

Kroc menawarkan diri untuk bekerja sebagai agen waralaba, yang akan mendapat upah dengan memotong keuntungan. Pada tahun 1955, dia mendirikan McDonald's System, Inc. (kemudian menjadi McDonald's Corporation).

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Yip Man, Master Wing Chun Pelatih Bruce Lee

Pada 15 April 1955, Kroc membuka restoran baru pertamanya di Des Plains, Illinois. Pada akhir tahun, dia telah membuka dua lagi dengan penjualan kotor 235.000 dollar AS.

Dia menggunakan format McDonald bersaudara dalam melayani pelanggan, dengan memberikan perhatian khusus pada kebersihan. 

Pada saat Kroc membeli perusahaan McDonald bersaudara pada 1961 dengan harga 2,7 juta dollar AS, dia telah mendirikan 228 restoran dan penjualannya mencapai 37 juta dollar.

McDonaldsSHUTTERSTOCK McDonalds
Ray Kroc memiliki hak eksklusif atas merek McDonald's.

Pada akhir 1963, perusahaan itu menjual lebih dari 1 miliar hamburger, sebuah prestasu yang dengan bangga diiklankan dengan simbol lengkungan emas.

Dia dikritik atas kandungan gizi pada menu makanan McDonald dan perlakuannya terhadap para karyawan yang masih remaja.

Kroc juga terkenal dengan kesepakatan bisnisnya yang kejam, sebuah model yang terbukti sangat menguntungkan.

Dia membentuk pedoman ketat tentang persiapan, ukuran porsi, metode memasak, dan pengemasan memastikan makanan McDonald akan terlihat dan terasa sama di seluruh waralaba.

Inovasi ini berkontribusi pada kesuksesan merek McDonald's dalam skala global.

Kematian

Pada 1977, dia memilih beralih peran sebagai senior chairman, posisi yang dipegangnya selama sisa hidupnya.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: John Pemberton, Penemu Minuman Coca-Cola

Kroc menderita diabetes dan arthritis atau peradangan sendi. Dia juga seorang pecandu alkohol. Pada 1980, setelah menderita stroke, dia dibawa ke pusat rehabilitasi karena kecanduannya itu.

Empat tahun kemudian, tepatnya pada 14 Januari 1984, dia meninggal karena gagal jantung di RS Scripps Memorial di San Diego, California.

Saat itu, sudah ada 7.500 restoran McDonald's di puluhan negara dan bernilai 8 miliar dollar AS. Sementara, kekayaan pribadinya diperkirakan mencapai 500 juta dollar AS.

Kisah hidupnya dituangkan dalam film berjudul The Founder, yang dibintangi oleh Michael Keaton.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
NASIONAL
Anies Baswedan
Anies Baswedan
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.