Biografi Tokoh Dunia: Helen Keller, Tunarungu Pendobrak Keterbatasan

Kompas.com - 03/10/2018, 17:52 WIB
Helen Keller pada usia 66 tahun. (American Foundation for the Blind via Britannica) Helen Keller pada usia 66 tahun. (American Foundation for the Blind via Britannica)

KOMPAS.com - Banyak orang di dunia kemungkinan besar pernah mendengar nama unik dari tokoh dunia satu ini, Helen Keller.

Buta dan tuli tak pernah menghentikannya untuk selalu berkarya, bahkan untuk menghasilkan buku.

Helen merupakan perempuan pertama yang tunanetra dan tunarungu, namun berhasil menjadi seorang penulis, aktivis politik, dan dosen.

Dia selalu dikenang sebagai contoh kekuatan besar terhadap advokasi bagi orang-orang dengan disabilitas.

Kelahiran

Helen Adams Keller lahir pada 27 Juni 1880 di Tuscumbia, Alabama, Amerika Serikat.

Ayahnya bernama Arthur Keller yang merupakan keturunan Kolonel Alexander Spottswood, seorang gubernur kolonial Virginia. Sementara sang ibu, Kate Adams Keller berasal dari keluarga Inggris terkemuka.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Mahatma Gandhi, Sang Jiwa Agung Pecinta Damai

Ayah Helen berprofesi sebagai kapten pasukan Konfederasi. Keluarganya kehilangan banyak kekayanaan pada masa Perang Saudara sehingga membuat mereka hidup sederhana.

Helen mulai berbicara sejak usia 6 bulan dan dapat berjalan pada usia satu tahun.

Pada usia 19 bulan, Helen menjadi buta dan tuli karena penyakit yang tidak diketahui, namun kemungkinan karena rubella atau demam scarlet.

Pada saat itu, dokter keluarganya menyebut penyakit yang menyerang Helen sebagai "demam otak" sehingga membuat suhu badannya tinggi.

Ibu Helen menyadari putrinya tidak bereaksi terhadap apa pun ketika bel makan malam berbunyi, atau lambaian tangan tepat di depan wajahnya.

Tumbuh kembangnya dibantu oleh putri bungsu koki di rumahnya, Martha Washington. Keduanya menciptakan metode terbatas untuk berkomunikasi.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Yip Man, Master Wing Chun Pelatih Bruce Lee

Mereka selanjutnya menemukan lebih dari 16 simbol komunikasi satu sama lain.

Namun Helen menjadi anak yang liar dan tidak patuh. Dia menendang dan berteriak ketika marah, serta cekikikan tak terkendali ketika merasa bahagia.

Helen Keller bersama dengan gurunya, Anne Sullivan. Helen Keller bersama dengan gurunya, Anne Sullivan.

Bertemu sang guru

3 Maret 1887 menjadi hari yang kelak akan mengubah hidup Helen saat dewasa. Hari itu, Anne Mansfield Sullivan tiba di Tuscumbia untuk menjadi gurunya.

Dia mengawali tugasnya dengan mengajarkan isyarat jari kepada Helen kecil, dimulai dengan kata "doll".

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X