Rusia Tuduh AS Lakukan Uji Coba Senjata Biologis di Laboratorium Rahasia

Kompas.com - 05/10/2018, 15:02 WIB
Ilustrasi peneliti sedang bekerja di laboratorium. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi peneliti sedang bekerja di laboratorium.

MOSKWA, KOMPAS.com - Pemerintah Rusia menuduh AS telah secara diam-diam memproduksi dan melakukan uji coba senjata biologis di sebuah laboratorium di Georgia, bekas Uni Soviet.

Klaim Kementerian Pertahanan Rusia itu disampaikan di tengah tuduhan negara-negara Barat yang menyebut Moskwa sebagai dalang serangkaian serangan siber di sejumlah negara, termasuk meretas jaringan milik Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) yang bermarkas di Den Haag, Belanda.

Komandan Pasukan Perlindungan Radiasi, Kimia dan Biologis Rusia, Igor Kirillov menyebut laboratorium rahasia AS yang digunakan untuk uji coba senjata biologis berada di organisasi Lugar Center yang ada di dekat ibu kota Georgia, Tbilisi.

Baca juga: Terungkap, Soviet Pernah Kembangkan Senjata Biologis Mematikan

"Sangat mungkin bahwa AS melakukan aktivitas yang bertentangan dengan perjanjian internasional dan terus meningkatkan potensi senjata perang biologisnya," kata Kirillov, Kamis (4/10/2018).

Lugar Center, sebuah organisasi nonprofit yang didanai AS dibuka di Georgia pada 2011 dan telah memiliki gedung baru berlantai delapan yang belum lama ini selesai dibangun.

Dua lantai di gedung baru tersebut ditempati tentara angkatan darat AS dan sebuah laboratorium yang menangani pasien dengan infeksi penyakit berbahaya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Otoritas Georgia tidak memiliki akses ke laboratorium tersebut, sementara pakar biologi militer AS mendapat kekebalan diplomatik.

Kirillov mengaku mendapatkan informasi mengenai hal itu dari mantan menteri keamanan Georgia, Igor Giorgadze.

"Penelitian yang dilakukan AS diprioritaskan pada senjata potensial untuk perang biologis seperti tularaemia, antraks, demam mediterania, demam berdarah Kongo-Krimea dan penyakit lain yang disebarkan serangga pengisap darah," kata Kirillov.

Ditambahkannya, penelitian AS secara khusus tertarik pada wabah-wabah tak biasa, bahkan semakin tak biasa dianggap semakin baik.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.