Kompas.com - 03/10/2018, 17:52 WIB

Pertama-tama, Helen tampak tertarik, tapi selanjutnya dia menentangnya dan menolak perintah Anne.

Helen menjadi frustasi atas kesulitan belajar yang dia hadapi. Anne meminta kepada keluarga Keller agar dia dan Helen pindah ke suatu tempat sehingga anak perempuan itu dapat berkonsentrasi.

Kemudian, mereka pindah ke sebuah pondok di perkebunan. Setelah melewati kesulitan dramatis, Anne berhasil mengajarkan kata "water".

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Agatha Christie, Penulis Novel Detektif Terlaris

Dia membantu Helen menghubungkan antara objek dan huruf-huruf itu dengan membawanya ke pompa air, menempatkan tangannya ke ujung pompa.

Anne menekan tuas untuk mengeluarkan air dingin hingga mengenai salah satu tangan Helen, yang kemudian mengeja kata "water" di tangan satunya.

Hingga malam tiba, dia telah belajar 30 kata. Pada usia 10 tahun, dia ingin belajar berbicara.

Pada 1904, Helen lulus dari Radcliffe College. (Biography) Pada 1904, Helen lulus dari Radcliffe College. (Biography)
Pendidikan formal

Untuk itu, Anne membawa Helen menemui Sarah Fuller di Horace School for the Deaf and Hard of Hearing di Boston.

Sejak kecil, Helen ingin sekali kuliah. Pada 1898, dia sekolah di Cambridge School for Young Ladies untuk mempersiapkan dirinya masuk ke Radcliffe College.

Dia berhasil diterima di Radcliffe pada musim gugur 1900 dan menerima gelar cum laude Bachelor of Arts pada 1904 pada usia 24 tahun. Dia menjadi orang buta dan tuli pertama yang memperoleh gelar tersebut.

Setelah lulus kuliah, Helen ingin mengetahui lebih banyak tentang dunia dan bagaimana dia bisa membantu kehidupan orang lainnya.

Mengembangkan keterampilan yang tidak pernah dilakukan orang sepertinya, dia mulai menulis tentang kebutaan, sesuatu yang tabu pada majalah perempuan karena banyak kasus seperti itu berhubungan dengan penyakit kelamin.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Lee Tai-young, Perempuan Pengacara Pertama Korea

Editor pemenang Penghargaan Pulitzer, Edward W Bok, menerima banyak artikel karyanya seperti Ladies' Home Journal, dan majalah besar lainnya seperti The Century, McClure's, dan The Atlantic Monthly juga menerima tulisannya.

Dia juga menulis beberapa buku, seperti The Story of My Life (1903), Optimism (1903), The World I Live In (1908), My Religion (1927), Helen Keller's Journal (1938), dan The Open Door (1957).

Perjalanan terhebat

Kisahnya menyebar hingga Massachusetts dan New England. Bak selebriti, semua orang mengenalinya.

Pada paruh abad 20, Helen menyoroti isu sosial dan politik, termasuk hak pilih bagi perempuan, perdamaian, dan pengendalian kelahiran.

Dia berpidato di depan Kongres untuk menyerukan peningkatan kesejahteraan bagi tunanetra. Pada 1915, bersama dengan perencana kota ternama George Kessler, dia mendirikan Helen Keller International.

Lembaga berfokus memerangi penyebab dan konsekuensi kebutaan, serta manultrisi. Pada 1920, dia membantu mendirikan American Civil Liberties Union.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.