Warganya Ditahan dan Dituduh Mata-mata, Rusia Panggil Dubes Norwegia

Kompas.com - 25/09/2018, 21:22 WIB
Ilustrasi mata-mata. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi mata-mata.

MOSKWA, KOMPAS.com - Badan intelijen Norwegia, PST, telah menahan seorang pria warga Rusia yang dituduh menjadi mata-mata.

Pria berusia 51 tahun itu ditahan pada Jumat (21/9/2018) di bandara Oslo dan diperintahkan untuk ditahan selama dua pekan.

Dia ditahan karena dicurigai melakukan kegiatan intelijen ilegal selama seminar antar-parlemen di Storting, yang dihadiri perwakilan dari 34 negara dan membahas soal digitalisasi.

Pengacara pria Rusia yang ditahan, Hege Aakre mengatakan, kliennya menolak tuduhan yang disebutnya sebagai kesalahpahaman.

"Dia mengatakan tidak mengerti mengaoa dirinya dituduh melakukan hal itu (kegiatan intelijen) dan percaya bahwa itu adalah kesalahpahaman," ujarnya dilansir AFP.

Baca juga: Putin: Dua Tersangka Mata-mata yang Dicari Inggris adalah Warga Sipil

Disampaikan juru bicara PST, Martin Bernsen, penyelidikan yang dilakukan pada tahap awal memunculkan kecurigaan atas dasar pengamatan dan perilaku tersangka.

Menanggapi penahanan salah seorang warganya, Moskwa pada Senin (24/9/2018) telah memanggil duta besar Norwegia.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan akan meminta penjelasan dari Dubes Norwegia atas tuduhan yang mereka sebut tidak masuk.

Kementerian telah mengidentifikasi pria yang ditahan di Norwegia sebagai MA Bochkaryov. Dia diketahui bekerja sebagai staf pembantu di majelis tinggi parlemen Rusia.

Atas tuduhan mata-mata yang dijatuhkan Norwegia kepada salah seorang warga negaranya, Moskwa berjanji akan melakukan tindakan balasan.

"Tidak diragukan bahwa langkah seperti itu tidak akan berlalu tanpa konsekuensi," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataannya, Senin (24/9/2018).

Sebelumnya pada Minggu, Duta Besar Rusia untuk Norwegia, Teimuraz Ramishvili turut mengkritik penahanan itu dan menyebut tuduhan yang diberikan didasarkan pada bukti konyol.

Sementara media lokal Rusia berspekulasi, jika terbukti bersalah, maka Norwegia akan dapat menggunakan kasus ini sebagai bahan negosiasi pertukaran dengan Moskwa, yang pada bulan April telah menahan seorang warga Norwegia dengan tuduhan serupa.

Baca juga: Begini Cara Dua Mata-mata Rusia Racuni Skripal dengan Novichok



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X