Putin: Dua Tersangka Mata-mata yang Dicari Inggris adalah Warga Sipil

Kompas.com - 12/09/2018, 19:09 WIB
Presiden Rusia, Vladimir Putin.AFP/MIKHAIL KLIMENTYEV Presiden Rusia, Vladimir Putin.

VLADIVOSTOK, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut dua pria tersangka pelaku penyerangan racun saraf di Salisbury yang dituduh Inggris hanya warga sipil biasa.

Sebelumnya, Pemerintah Rusia sempat membantah jika mereka mengenal dua pria yang dituduh sebagai tersangka dan dicari pihak berwenang di Inggris.

Namun Putin mengatakan, otoritas Rusia telah menemukan dua orang tersebut dan menyarankan kepada mereka agar berbicara kepada media untuk menjelaskan situasi sebenarnya, serta bahwa mereka tidak terlibat dalam tindak kriminal.

"Kami tahu siapa mereka. Kami telah menemukan keduanya. Mereka adalah warga sipil, tentu saja," kata Putin di sela sebuah forum ekonomi yang digelar di kota Vladisvostok, Rabu (12/9/2018).

Baca juga: Rusia Tak Kenal Dua Tersangka Pelaku Serangan Racun Saraf di Inggris

"Saya berharap mereka akan segera muncul dan menceritakan sendiri tentang diri mereka di hadapan media. Tidak ada yang khusus, tidak ada kriminal, saya jamin. Kita akan lihat dalam waktu dekat," lanjutnya dilansir AFP.

Pernyataan Putin itu menanggapi klaim yang dirilis pihak berwenang Inggris yang menyebut dua tersangka warga negara Rusia tersebut adalah anggota badan intelijen militer.

Sebelumnya, Kepolisian Inggris merilis dua nama pria Rusia, Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov, yang diidentifikasi sebagai pelaku yang mencoba membunuh mantan mata-mata Sergei Skripal dan putrinya Yulia dengan racun saraf Novichok, di Salisbury, Inggris, pada 4 Maret lalu.

Skripal dan putrinya selamat dan berhasil pulih dari serangan racun saraf itu, namun seorang perempuan dan pria warga sipil dilaporkan turut terpapar racun yang sama. Perempuan bernama Dawn Sturgess meninggal dunia.

Pemerintah Inggris juga mengatakan bahwa Moskwa bertanggung jawab atas upaya pembunuhan mantan mata-mata itu dan insiden racun saraf Novichok yang terjadi di Inggris.

Baca juga: Inggris Umumkan 2 Tersangka Kasus Mantan Agen Rusia Diracun Saraf




Close Ads X