Kompas.com - 24/09/2018, 08:43 WIB

Insiden temuan jarum dalam stroberi pertama terjadi di negara bagian Queensland, Australia pada awal bulan ini. Hingga kini telah ada lebih dari 100 dugaan yang dilaporkan.

Namun sebagian besar dianggap sebagai lelucon atau perbuatan usil di media sosial. Setidaknya telah ada dua anak di bawah umur yang ditanyai pihak berwajib karena menyebarkan hoaks.

Perusahaan Woolworths Australia, sebagai induk dari supermarket Countdown, telah menarik jarum daru rak penjualan mereka sebagai langkah pencegahan.

Sementara kepolisian masih memburu pelaku pertama dari kejahatan ini di tengah banyaknya pelaku yang meniru.

Pemerintah Australia pekan lalu telah menaikkan hukuman penjara maksimum untuk tindakan pengrusakan buah dari 10 menjadi 15 tahun.

Baca juga: Sabotase Stroberi, Swalayan Australia Tarik Penjualan Jarum Jahit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.