Sabotase Stroberi, Swalayan Australia Tarik Penjualan Jarum Jahit

Kompas.com - 20/09/2018, 11:11 WIB
Jarum jahit ditemukan pada buah stroberi di Australia. (Facebook/Joshua Gane via ABC) Jarum jahit ditemukan pada buah stroberi di Australia. (Facebook/Joshua Gane via ABC)

SYDNEY, KOMPAS.com - Raksasa swalayan di Australia, Woolworths, untuk sementara menarik penjualan jarum jahit dari seluruh toko, menyusul meningkatknya kasus temuan jarum pada buah segar.

ABC mewartakan pada Kamis (20/9/2018), polisi Australia sedang menyelidiki lebih dari 100 laporan mengenai kasus jarum pada buah segar seperti stroberi, pisang, dan apel di seluruh wilayah.

Dalam sebuah pernyataan, manajemen swalayan Woolworths mengonfirmasi kebijakan tersebut untuk menjamin keselamatan pelanggan.

Baca juga: PM Australia Anggap Temuan Jarum pada Buah Stroberi seperti Terorisme


"Kami mengambil langkah pencegahan dengan sementara menarik produk jarum jahit di seluruh toko kami," tulis manajemen, seperti dikutip dari CNN.

Woolworths juga menangguhkan penjualan jarum secara online, meski produk serupa masih didagangkan oleh situs Coles, kompetitor utama.

Pemerintah Australia mengumumkan, hukuman bagi pelaku perusak makanan ditambah menjadi 10 tahun hingga 15 tahun penjara.

Ilustrasi makan stroberiMedioimages/Photodisc Ilustrasi makan stroberi
Sebagai perbandingan, kepemilikan pornografi anak akan menjerat pelaku dengan hukuman penjara maksimum 10 tahun di negara bagian Victoria.

"Ini bukan lelucon, tidak lucu. Anda menempatkan mata pencaharian warga Australia yang bekerja keras dalam bahaya dan Anda menakut-nakuti anak-anak," kata Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

"Anda pengecut. Jika Anda melakukan hal semacam itu di negara ini, kami akan menangkap Anda," imbuhnya.

Baca juga: Jarum Jahit pada Buah Stroberi Gemparkan Publik di Australia

Akibat teror jarum dalam buah, beberapa merek buah stroberi mulai ditarik dari pasaran.

Sementara, petani lokal menyebut insiden tersebut telah membuat permintaan akan buah stroberi semakin menurun.

Warganet berupaya untuk mengajak penduduk untuk memperhatikan nasib para petani dengan menyerukan gerakan #SmashAStrawb di Twitter.

"Smash" dalam bahasa Inggris di Australia berarti makan atau minum sesuatu dengan antusias dan cepat.

"Penduduk Australia Barat, dukunglah industri lokal kita. Potonglah buah dan #SmashAStrawb untuk membantu petani lokal kita hari ini," kata Menteri Utama Australia Barat Mark McGowan.

Australia merupakan negara utama pengekspor stroberi ke Hong Kong, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Uni Emirat Arab, serta beberapa lainnya.

Salah satu negara yang mengimpor buah berwarna merah itu adalah Selandia Baru, yang kini menarik semua peredaran buah stroberi dari Australia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN,ABC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X