Kompas.com - 19/09/2018, 13:31 WIB

SYDNEY, KOMPAS.com - Publik di Australia sedang digemparkan dengan aksi sabotase stroberi dengan memasukkan jarum jahit pada buah mungil berwarna merah tersebut.

Pemerintah negara tersebut menganggap serius insiden yang menebarkan ketakutan terhadap kontaminasi makanan di kalangan penduduk.

Saking seriusnya, Perdana Menteri Australia Scott Morrison bahkan menyamakan peristiwa itu sebagai "terorisme".

Dia menyerukan agar pelaku teror jarum pada buah segar dihukum seberat-beratnya.

Baca juga: Jarum Jahit pada Buah Stroberi Gemparkan Publik di Australia

Jarum jahit ditemukan pada buah stroberi di Australia. (Facebook/Joshua Gane via ABC) Jarum jahit ditemukan pada buah stroberi di Australia. (Facebook/Joshua Gane via ABC)
Morrison mendesak parlemen untuk segera menaikkan hukuman maksimum perbuatan yang mengontaminasi makanan secara disengaja, dengan hukuman penjara 10 tahun hingga 15 tahun.

"Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan di negara ini," katanya, seperti diwartakan AFP, Rabu (19/9/2018).

Pria berusia 50 tahun itu menyebut pelaku sebagai pengecut.

Sebagai informasi, setidaknya ada 20 laporan mengenai penemuan jarum jahit atau peniti pada buah segar di seluruh Australia.

Kekhawatiran terhadap buah segar telah mendorong penarikan kembali sejumlah produk di supermarket dan toko di Selandia Baru.

Negara Kiwi itu bahkan melarang penjualan stroberi asal Australia untuk sementara waktu.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.