Kompas.com - 01/09/2018, 17:30 WIB

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Militer Myanmar dilaporkan telah kembali membebaskan sebanyak 75 tentara anak-anak yang sebelumnya direkrut untuk menjadi pejuang di bawah umur.

Dengan jumlah tersebut maka tentara negara Myanmar telah membebaskan sebanyak 924 anak-anak dan remaja yang sempat direkrut oleh militer.

Jumlah tersebut semenjak dicapainya perjanjian antara militer Myanmar dengan PBB untuk mengakhiri dan membebaskan perekrutan anak-anak dan remaja sebagai tentara pada 2012.

Demikian disampaikan Badan Perlindungan Anak PBB, UNICEF, dalam pernyataannya, Jumat (31/8/2018).

Setelah dibebaskan, anak-anak yang dibebaskan tersebut akan lebih dulu mengikuti program reintegrasi sebelum mereka dapat kembali ke kehidupan masyarakat sipil.

Baca juga: Ratusan Tentara Anak Dibebaskan Kelompok Bersenjata di Sudan Selatan

"Melalui proses tersebut nantinya anak-anak itu akan berkontribusi dalam membawa perdamaian abadi di Myanmar sebagai warga negara yang produktif," tambah pernyataan badan PBB, dilansir AFP.

Tidak ada laporan pasti mengenai berapa banyak anak-anak yang masih bergabung menjadi tentara di antara sekitar 500.000 pasukan yang kini melayani militer Myanmar maupun kelompok pemberontak etnis.

Para pakar menilai, selama tentara negara dan kelompok etnis bersenjata masih terlibat dalam perang di Myanmar, maka anak-anak masih akan berisiko menghadapi perekrutan.

Anak-anak tersebut biasanya diculik atau diambil paksa dari tempat-tempak publik seperti taman dan stasiun di kota-kota, sebelum diancam hukuman penjara jika menolak wajib militer.

UNICEF mendata, ada tujuh kelompok selain militer Myanmar yang diketahui kerap merekrut anak-anak dan melatih mereka berperang. Dua di antaranya adalah Tentara Kemerdekaan Kachin dan Tentara Negara Bagian Shan Selatan.

Keduanya merupakan kelompok etnis Myanmar yang hingga kini masih terus terlibat pertempuran dengan militer negara.

Baca juga: Lebih 300 Tentara Anak ISIS Tewas di Mosul

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.