Foto dalam Buku tentang Krisis Rohingya Terbitan Militer Diduga Palsu

Kompas.com - 31/08/2018, 14:17 WIB
Foto yang diambil pada September 2017 menunjukkan warga Rohingya yang berjalan di bawah guyuran hujan di kamp pengungsian di Kutupalong, Bangladesh. AFP/DOMINIQUE FAGETFoto yang diambil pada September 2017 menunjukkan warga Rohingya yang berjalan di bawah guyuran hujan di kamp pengungsian di Kutupalong, Bangladesh.
|

YANGON, KOMPAS.com - Sebuah foto hitam putih dipajang dalam sebuah buku baru terkait krisis Rohingya yang diterbitkan AD Myanmar.

Dalam foto itu terlihat seorang pria berdiri di dekat dua jenazah sambil memegang peralatan pertanian.

"Orang Bengali membunuh warga lokal dengan brutal," demikian bunyi keterangan foto di dalam buku itu.

Foto tersebut dipajang di dalam bab yang membahas soal kerusuhan etnis di Myanmar pada 1940-an.


Baca juga: Myanmar Tolak Hasil Penyelidikan PBB soal Genosida terhadap Rohingya

Keterangan yang menyertai foto itu menyebut etnis Rohingya, yang di Myanmar disebut sebagai Bengali dan dianggap imigran ilegal, membunuh warga pemeluk Buddha.

Namun, setelah penelitian dilakukan, foto yang dipajang di dalam buku itu berasal dari perang kemerdekaan Bangladesh 1971, ketika ratusan ribu warga Bangladesh dibantai tentara Pakistan.

Foto itu adalah satu dari tiga gambar yang muncul dalam buku yang diterbitkan departemen hubungan masyarakat AD Myanmar pada Juli lalu.

Selama ini, foto tersebut selalu dianggap berasal dari kerusuhan yang melanda negara bagian Rakhine, tempat mayoritas etnis Rohingya tinggal.

Bahkan, dua foto lainnya juga palsu karena diambil di Bangladesh dan Tanzania, Afrika Timur.

Tak hanya itu, foto ketiga yang dilabeli sebagai iring-iringan warga Rohingya yang memasuki Myanmar dari Bangladesh.

Padahal, apa yang terjadi di dalam foto itu adalah hal sebaliknya, yaitu saat warga etnis Rohingya pergi meninggalkan Myanmar menuju ke Bangladesh.

Baca juga: PBB: Para Jenderal Myanmar Lakukan Genosida terhadap Warga Rohingya

Juru bicara pemerintah Myanmar Zaw Htay dan juru bicara militer belum memberikan komentar soal keaslian foto-foto itu.

Sedangkan, sekretaris Kementerian Informasi Myanmar U Myo Myint Maung menolak berkomentar dengan alasan belum membaca buku tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber SCMP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X