Myanmar Tolak Hasil Penyelidikan PBB soal Genosida terhadap Rohingya

Kompas.com - 29/08/2018, 11:16 WIB
Pengungsi Rohingya berkumpul di dekat tenda-tenda yang didirikan di tanah tak bertuan di dekat perbatasan Myanmar di distrik Maungdaw, negara bagian Rakhine.AFP / YE AUNG THU Pengungsi Rohingya berkumpul di dekat tenda-tenda yang didirikan di tanah tak bertuan di dekat perbatasan Myanmar di distrik Maungdaw, negara bagian Rakhine.

YANGON, KOMPAS.com - Pemerintah Myanmar pada Rabu (29/8/2018) menolak hasil temuan PBB yang menyatakan militer Myanmar telah melakukan genosida terhadap etnis warga Rohingya.

Pada laporannya Senin lalu, Misi Pencari Fakta PBB (FFM) menyebut adanya bukti genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan dalam skala besar.

AFP mewartakan, malam sesi Dewan Keamanan PBB pada Selasa (28/8/2018) malam dengan beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, menyerukan agar para pemimpin militer Myanmar segera menghadapi pengadilan internasional.

Baca juga: PBB: Para Jenderal Myanmar Lakukan Genosida terhadap Warga Rohingya


"Kami tidak akan membiarkan FFM memasuki Myanmar, itulah mengapa kami tidak setuju dan tidak menerima resolusi apa pun yang dibuat Dewan HAM," kata juru bicara pemerintah Myanmar Zaw Htay.

Dia menunjuk pembentukan Komisi Penyelidik Independen untuk menanggapi tuduhan palsu yang dibuat berbagai badan PBB dan komunitas internasional lainnya.

Zaw Htay juga mengecam Facebook yang menonaktifkan akun kepala militer Myanmar dan petinggi militer lainnya.

Dia mengklaim hal tersebut dapat menghambat upaya pemerintah untuk melakukan rekonsiliasi nasional.

Manajemen Facebook mengakui terlambat untuk bereaksi terhadap krisis kemanusiaan di Myanmar dan sempat menjadi wadah untuk menyebarkan kebencian terhadap Rohingya oleh orang-orang tertentu.

Pemerintah Myanmar berulang kali membantah melakukan pembersihan etnis dan menegaskan hanya merespons serangan yang dilakukan pemberontak Rohingya.

Baca juga: Peringati 1 Tahun Keluar dari Myanmar, Rohingya Gelar Aksi Damai

Militer Myanmar mengaku memberantas pemberontak di negara bagian Rakhine pada Agustus tahun lalu, sehingga menyebabkan 700.000 warga etnis Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

Namun, tim pencari fakta PBB di Myanmar mengatakan, para perwira senior militer Myanmar bertanggung jawab atas praktik genosida.

"Yang harus bertanggung jawab termasuk panglima angkatan bersenjata Jenderal Min Aung Hlaing. Dia harus diselidiki dan didakwa melakukan genosida di negara bagian Rakhine," demikian pernyataan tim PBB.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X