Mahathir: Bunga Utang Pemerintahan Dahulu Saja Sudah Bikin Bangkrut

Kompas.com - 17/08/2018, 21:26 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) dan Ibu Negara Iriana Widodo (kanan) menyambut kedatangan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kedua kiri) dan istrinya, Siti Hasmah Mohamad Ali, saat tiba di Istana Presiden Bogor, Jumat (29/6/2018). Kunjungan PM Mahathir ke Indonesia yang bertajuk kunjungan perkenalan ini diisi dengan pembahasan mengenai penguatan hubungan kedua negara, baik dari sisi ekonomi, sosial, hingga kebudayaan. AFP PHOTO/BAY ISMOYOPresiden Joko Widodo (kedua kanan) dan Ibu Negara Iriana Widodo (kanan) menyambut kedatangan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kedua kiri) dan istrinya, Siti Hasmah Mohamad Ali, saat tiba di Istana Presiden Bogor, Jumat (29/6/2018). Kunjungan PM Mahathir ke Indonesia yang bertajuk kunjungan perkenalan ini diisi dengan pembahasan mengenai penguatan hubungan kedua negara, baik dari sisi ekonomi, sosial, hingga kebudayaan.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan pemerintahannya bakal merealisasikan janji kampanye meski menyadari tantangan yang dihadapi.

Dikutip Channel News Asia Jumat (17/8/2018), tantangan yang dimaksud Mahathir adalah kerusakan yang ditimbulkan pemerintahan sebelumnya, Najib Razak.

PM berusia 93 tahun tersebut mengatakan, pemerintahan sebelumnya mengintimidasi seluruh departemen negara dan menggunakannya hanya untuk kepentingan golongan tertentu.

Baca juga: Utang Malaysia Rp 3.500 Triliun Jadi Pekerjaan Besar bagi Mahathir

Selain itu, dia menegaskan, jumlah utang yang dibuat pemerintahan dahulu sudah mencapai trilunan ringgit.

"Membayar bunganya saja sudah membuat kami bangkrut. Apalagi jika harus mengembalikan utang utama," tutur Mahathir.

Masih banyak kekeliruan besar yang ditimbulkan pemerintahan Najib menurut Mahathir. Namun, membicarakannya bakal menghabiskan berhari-hari.

"Karena itu, kami bakal fokus merealisasikan janji yang kami buat saat kampanye," kata pemimpin terpilih tertua dunia itu.

Janji yang berusaha ditepati adalah pajak layanan barang (GST) dan memulihkan pajak penjualan dan barang.

Kemudian, pemerintahan Mahathir berusaha menyelesaikan isu-isu masyarakat, seperti yang dialami komunitas India maupun warga berusia di atas 60 tahun.

PM yang menjabat selama 22 tahun (1981-2003) di periode pertama itu menyatakan berhasil menuntaskan janjinya. Hal tersebut antara lain dengan mengusahakan pengampunan bagi Anwar Ibrahim, memperkuat komisi anti-korupsi, maupun membuka kasus skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

"Melalui berbagai terobosan yang dilakukan, kami ingin masyarakat melihat apa saja yang sudah kami capai sejak 9 Mei lalu," tegasnya.

Mahathir mengakui, beberapa menterinya ada yang tidak mempunyai pengalaman mengelola sebuah sektor yang menguasai hajat hidup orang banyak.

"Setiap orang pastinya tak luput dari kesalahan. Namun, kami tidak akan terlalu reaktif jika ada yang mengkritik," tukas Mahathir.

Baca juga: Prihatin Utang Negara, Raja Malaysia Minta Gajinya Dipangkas



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X