Prihatin Utang Negara, Raja Malaysia Minta Gajinya Dipangkas

Kompas.com - 12/06/2018, 10:45 WIB
Yang Dipertuan Agong Malaysia, Sultan Muhammad V.AFP/MOHD RASFAN Yang Dipertuan Agong Malaysia, Sultan Muhammad V.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Kepala negara Malaysia, Sultan Muhammad V mengaku amat prihatin dengan besarnya utang negeri itu.

Sehingga dia meminta agar gaji dan tunjangannya dipotong 10 persen hingga masa jabatannya berakhir pada 2012.

Bendahara istana Wan Ahmad Dahlan Ab Aziz, Selasa (12/6/2018),menyampaikankeinginan Sultan Muhammad V ini.

"Beliau amat tersentuh dan mengucapkan terima kasih kepada rakyat Malaysia yang secara sukarela berkontribusi untuk Tabung Harapan Malaysia," kata Wan Ahmad.

Baca juga: Utang Malaysia Rp 3.500 Triliun Jadi Pekerjaan Besar bagi Mahathir

Tabung Harapan Malaysia adalah penggalangandana masyarakat yang dirancang pemerintah untuk membantu mengurangi utang negara.

Wan Ahmad menambahkan, Sultan Muhammad V juga menerbitkan dekrit bahwa Istana Raja tidak akan menggelar open house pada hari raya Idul Fitri mendatang.

Keputusan itu diambil agar anggaran open house bisa digunakan untuk hal yang lebih mendesak misalnya membantu rakyat yang kekurangan.

Namun, Wan Ahman tidak menjelaskan jumlah gaji dan tunjangan Sultan Muhammad V yang seluruhnya ditanggung pemerintah federal.

Bulan lalu PM Mahathir Mohamad mengatakan, Malaysia kini memiliki utang lebih dari 1 triliun ringgit atau sekitar Rp 3.500 triliun.

Mahathir menuding, membengkaknya utang nasional itu akibat kesalahan pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Najib Razak.

Pada 23 Mei lalu, Mahathir mengumumkan, pemerintah akan memangkas gaji para menteri sebanyak 10 persen untuk mengurangi beban keuangan negara.

Baca juga: Mahathir Bakal Buka Donasi untuk Bantu Lunasi Utang Rp 3.500 Triliun

"Keputusan ini menunjukkan bahwa kami amat memerhatikan masalah keuangan negara," ujar Mahathir saat mengumumkan pemotongan gaji itu.

Di Malaysia sembilan keluarga kerajaan secara bergantian setiap lima tahun sekali menduduki jabatan Yang Dipertuan Agong atau Raja Malaysia.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X