Tuntut Kenaikan Upah, 400.000 Pekerja Perkebunan Teh di India Mogok

Kompas.com - 07/08/2018, 23:29 WIB
Ilustrasi perkebunan teh KOMPAS.COM/FITRI PRAWITASARIIlustrasi perkebunan teh

KOLKATA, KOMPAS.com - Ratusan ribu pekerja perkebunan teh di India timur melakukan gerakan mogok kerja selama tiga hari mulai Selasa (7/8/2018).

Mereka menuntut kenaikan upah harian sebesar 34 rupee atau sekitar Rp 7.100 kepada pemerintah dan pemilik perkebunan.

Melansir dari AFP, aksi mogok tersebut dilakukan oleh para pekerja di lebih dari 300 perkebunan teh yang berada di kaki bukit Himalaya, negara bagian Bengal Barat.

"Lebih dari 400.000 pekerja dari sekitar 370 perkebunan teh yang berpartisipasi melakukan aksi mogok selama tiga hari," kata Aloke Chakraborty, ketua Komite Pusat Serikat Pekerja Perkebunan.

Baca juga: Antrean Pengunjung Mengular, Pegawai Menara Eiffel Mogok Kerja

"Upah harian minimum untuk seorang pekerja di perkebunan saat ini adalah 169 rupee (sekitar Rp 35.500) dan kami meminta kenaikan 20 persen menjadi 203 rupee (sekitar Rp 42.600)," tambahnya.

Aksi mogok pekerja tersebut sejauh ini belum mengganggu pekerjaan di perkebunan teh yang terkenal dengan teh jenis Darjeeling, sesuai nama kota penghasilnya, yang diekspor ke seluruh dunia.

Media lokal pelaporkan aksi pemogokan didukung oleh puluhan serikat pekerja setempat.

Serikat pekerja berharap aksi pemogokan tersebut dapat memberikan tekanan maksimal kepada proses pekerjaan karena dilakukan saat masa puncak produksi, yang akhirnya dapat berakibat kerugian yang lebih besar bagi pemiliknya.

"Kami bersimpati pada masalah ini dan berusaha mencari solusi atas permintaan lama untuk menaikkan upah minimum pekerja teh," kata Menteri Regional Gautam Dev.

Sebagai salah satu sisa masa pendudukan Inggris di India, perkebunan teh di bagian timur dan timur laut negara itu sering menjadi pemberitaan nasional karena kerap terjadi perselisihan upah dan kondisi kerja yang buruk.

Baca juga: Dukung Aksi Napi, Warga Palestina Mogok Kerja



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X