China Donasikan Kapal dan Peluncur Granat Roket untuk Filipina

Kompas.com - 30/07/2018, 13:32 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte mencoba senapan serbu bantuan dari pemerintah China. SOUTH CHINA MORNING POSTPresiden Filipina Rodrigo Duterte mencoba senapan serbu bantuan dari pemerintah China.

MANILA, KOMPAS.com - Pemerintah China telah mendonasikan sebanyak empat unit kapal kecil dan 30 peluncur granat roket (RPG) kepada Filipina.

Melansir dari SCMP, pemberian bantuan tersebut sebagai lanjutan kedekatan hubungan antara China dengan Filipina di bawah Presiden Rodrigo Duterte.

Tahun lalu, China juga telah memberikan donasi kepada Filipina berupa 6.000 unit senapan serbu dan ratusan senapan penembak jitu, serta senjata ringan dan amunisi.

"Semua peralatan tersebut masih baru," kata juru bicara Angkatan Laut Filipina Jonathan Zata mengenai pemberian bantuan oleh China tersebut.

Baca juga: Duterte: Perang Filipina Melawan Narkoba Masih Jauh dari Selesai

Ditambahkannya, pihak militer Filipina saat ini tengah mencari cara untuk dapat mengintegrasikan bantuan tersebut dan memberikan dukungan logistik secara jangka panjang.

Bantuan senapan oleh China sebelumnya telah disalurkan kepada Polisi Nasional Filipina (PNP) dan membantu mengisi kekurangan persenjataan setelah adanya pembatalan penjualan sebanyak 26.000 senapan M4 oleh AS pada 2016.

Pembatalan transaksi tersebut setelah adanya larangan dari legislator AS yang khawatir jika persenjaataan tersebut akan digunakan pemerintah Filipina dalam memerangi rakyatnya dengan dalih pemberantasan narkoba.

Pemerintah Filipina sejak dua tahun lalu tengah gencar memberikan tindakan tegas kepada tersangka kasus narkoba hingga menewaskan ribuan warga Filipina dan dikecam sebagai pelanggaran hak asasi manusia.

Presiden Duterte yang hubungannya dengan AS tengah dalam kondisi kritis kini ingin dapat mengembangkan hubungan politik dan perdagangan dengan China.

Sementara bagi China, pemberian donasi tersebut sebagai diplomasi baru dengan Filipina yang juga sempat terlibat perselisihan teritorial di Laut China Selatan.

Baca juga: Filipina Tak Segan Berperang dengan China Jika...

Meski demikian, bantuan persenjataan yang diberikan China untuk Filipina masih jauh di bawah bantuan yang pernah disumbangkan AS, yang memiliki perjanjian sekutu pertahanan dengan Manila sejak 1950-an.

Selama lima tahun terakhir, AS telah memberikan bantuan persenjataan militer kepada Filipina berupa drone, kapal, pesawat mata-mata, hingga senapan serbu yang jika ditotal bernilai hingga 15 miliar peso (sekitar Rp 4 triliun).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.