Kompas.com - 18/07/2018, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Amerika Serikat termasuk dalam salah satu negara yang memiliki sejarah panjang dalam pengembangan teknologi luar angkasa.

Bahkan, negara adidaya itu telah mengirimkan pesawat berawak ke luar angkasa pada 1961.

Adalah John Glenn Jr, astronot berkewarganegaraan AS pertama yang berhasil ke luar angkasa dan mengorbit bumi.

Dia juga merupakan salah satu dari tujuh astronot angkatan pertama AS, bersama dengan Alan Shepard Jr dan Virgil Grissom.

Berawal dari Militer

Pemilik nama lengkap John Herschel Glenn Jr ini lahir di Cambridge, Ohio, Amerika Serikat pada 18 Juli 1921. Dia adalah putra pasangan John Glenn Sr dan Clara Glenn.

Keluarganya pindah ke New Concord ketika Glenn berusia dua tahun. Di sana dia menjalani masa-masa sekolah hingga menyelesaikan kuliah di bidang teknik sains di Muskingum College.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Astronot AS Berjalan di Angkasa Luar

Di usia 21 tahun, Glenn mengikuti program kadet penerbang angkatan laut dan ditugaskan di korps marinir pada 1943.

Setelah merampungkan masa pelatihannya, Glenn ditugaskan untuk bergabung dengan Skuadron Pejuang Marinir 155 dan menerbangkan pesawat tempur F-4U.

Glenn juga turut bertugas selama Perang Dunia II dan menjalankan hingga 59 misi pertempuran.

Setelah perang usai, dia bergabung dengan Skuadron 218 dalam patroli China Utara dan bertugas di Guam.

Selama dua tahun sejak Juni 1948 hingga Desember 1950, Glenn ditugaskan menjadi instruktur pelatihan tempur di Texas.

Semasa terjadinya Perang Korea pada 1950-1953, Glenn turut ditugaskan dalam 53 misi bersama Skuadron Tempur Marinir 311.

Dia juga sempat menerbangkan jet tempur F-86 Sabre dalam 27 misi saat menjalani pertukaran pilot dengan angkatan udara.

Pada Juli 1957, Glenn terlibat dalam proyek F-8U Crusader dan mencatatkan waktu tempuh lintas benua dari Los Angeles menuju New York dalam 3 jam 23 menit. Itu menjadi penerbangan lintas benua pertama dengan rata-rata kecepatan supersonik.

Baca juga: Astronot Keempat yang Menginjak Bulan Meninggal

Selama mengabdi di militer, Glenn telah mengantongi waktu terbang hingga hampir 9.000 jam dengan sepertiga di antaranya adalah penerbangan menggunakan pesawat jet.

Dari Militer ke NASA

Pada 1959, berkat pengalamannya sebagai pilot pesawat tempur, Glenn terpilih untuk menjalani program luar angkasa AS.

Bersama enam orang lainnya, dia menjalani pelatihan menjadi astronot angkatan pertama AS yang kemudian dijuluki "Mercury 7".

Pada masa itu, negara-negara besar tengah bersaing dalam mengembangkan teknologi dan penelitian luar angkasa mereka. AS seakan bersaing dengan Uni Soviet untuk menjadi yang terdepan dalam riset luar angkasa.

John Glenn Jr, seorang penerbang Angkatan Laut AS yang menjadi astronot, sebelum misi luar angkasa pada 1962.BIOGRAPHY / NASA / WIKIMEDIA COMMONS John Glenn Jr, seorang penerbang Angkatan Laut AS yang menjadi astronot, sebelum misi luar angkasa pada 1962.
Selama program luar angkasa tersebut, Glenn menjadi cadangan untuk Alan Shepard yang lebih dulu ditugaskan untuk misi ke luar angkasa.

Pada 5 Mei 1961, untuk pertama kalinya AS mengirimkan pesawat luar angkasa ke luar atmosfer bumi dan pesawat itu dikemudikan oleh Alan Shepard, menjadikannya astronot AS pertama yang ke luar angkasa.

Misi pertama pesawat luar angkasa AS itu berhasil mencapai ketinggian 116 mil (sekitar 168 kilometer) dan langsung kembali ke bumi.

Setahun berselang, tepatnya pada 20 Februari 1962, giliran John Glenn Jr yang mendapat misi menerbangkan pesawat luar angkasa Friendship 7.

Sama dengan Freedom 7 yang digunakan pada misi 1961, pesawat luar angkasa tersebut hanya dapat menampung satu orang.

Namun berbeda dengan misi pertama, dalam misi kali ini, Glenn ditugaskan untuk keluar dari atmosfer dan mengorbit bumi.

Baca juga: Bukan untuk Lelucon, Ini Alasan NASA Rekam Jatuhnya Astronot di Bulan

Misi tersebut diperkirakan hanya akan memakan waktu 30 menit untuk sekali mengelilingi bumi. Namun dalam pelaksanaannya, terjadi kendala teknis.

Glenn harus untuk mengemudikan pesawat secara manual dan menambah perjalanan menjadi tiga kali mengorbit bumi sebelum dapat mendarat dengan selamat. Misi pun berlangsung selama hampir lima jam.

Keberhasilan Glenn menerbangkan pesawat luar angkasa tersebut menjadikannya pahlawan Amerika dan bahkan membuatnya berteman dengan presiden AS kala itu, John F Kennedy.

Setelah misi mengorbit bumi berhasil, Glenn mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel dan bertugas sebagai penasihat NASA hingga 1964. Satu tahun setelahnya dia pensiun dari marinir.

Dari NASA Menuju Senat

Setelah pensiun dari militer, keinginan untuk terus mengabdi kepada masyarakat dan negara mendorong Glenn untuk terjun ke dunia politik.

Pada 1974, John Glenn Jr terpilih menduduki kursi senat mewakili Ohio. Jabatan itu kembali diraihnya hingga tiga periode sampai 1998.

Meski telah berjalan di jalur politik, namun dukungan Glenn kepada bidang antariksa AS tidak berhenti. Dia aktif berkampanye mendukung penggalangan dana untuk proyek eksplorasi luar angkasa, sains dan pendidikan.

Pada 29 Oktober 1998, Glenn berkesempatan untuk kembali ke luar angkasa bersama misi pesawat ulang alik, Discovery dan menjadikannya astronot tertua yang dikirim ke luar angkasa yakni di usia 77 tahun.

Perjalanan luar angkasa selama sembilan hari tersebut membawa banyak misi, di antaranya investigasi mengenai penuaan dan perjalanan luar angkasa.

Baca juga: 7 Makanan yang Tak Disantap Astronot di Ruang Angkasa

Pada 1999, Glenn pensiun dari senat dan mendirikan yayasan pendidikan, John Glenn College for Public Service bersama istrinya di Universitas Negara Bagian Ohio.

John Glenn menjadi astronot angkatan pertama NASA terakhir sebelum akhirnya meninggal dunia pada 8 Desember 2016 di usia 95 tahun.

Bertepatan dengan peringatan ulang tahun pernikahannya yang ke-74 bersama sang istri Annie pada 6 April 2017, dia disemayamkan di Perkuburan Nasional Arlington.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.