Kompas.com - 13/07/2018, 13:25 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sebuah lembaga think tank Amerika Serikat (AS) melansir penelitian bahwa organisasi pertahanan NATO bakal kalah jika diserang Rusia.

Rand Corp telah memantau secara khusus situasi militer di benteng timur NATO di Polandia, maupun tiga negara Baltik Estonia, Latvia, dan Lithuania.

Di empat negara itu, Pakta Pertahanan Atlantik Utara tersebut telah menempatkan gugus tempur multi-nasional.

Baca juga: Jika Perang dengan Rusia di Eropa, AS Bisa Kalah karena Hal Ini

Tim tempur itu dibentuk sebagai respon setelah Rusia melakukan pendudukan di Semenanjung Crimea, Ukraina, pada 2014.

Pada 2016 setelah tim tempur dibentuk, dua peneliti Rand Corp, David Shlapak dan Michael Johnson melakukan simulasi perang di empat negara itu.

Hasilnya, mereka menemukan fakta mengkhawatirkan bahwa keberadaan tim tempur multi-nasional itu tidak akan banyak berguna.

Diwartakan Newsweek Kamis (12/7/2018), Shlapak dan Johnson menyatakan serdadu Rusia bisa menguasai ibu kota tiga negara itu dalam hitungan jam.

Shlapak kemudian membandingkan simulasi yang mereka lakukan dua tahun lalu dengan 2018 ini. Hasilnya tidak banyak perubahan.

"Dari pandangan kami, kemampuan tim tempur multi-nasional itu tidak akan memberikan banyak perlawanan ketika Rusia menyerang," papar Shlapak.

Sejak Vladimir Putin menjadi Presiden Rusia, dia membangun kekuatan militer Negeri "Beruang Merah" tersebut pada abad 21.

Dalam laporan yang dirilis Mei, Rand Corp memaparkan perbandingan kekuatan tim darat yang dipunyai NATO dan Rusia di perbatasan.

Total, NATO memiliki 31.813 personel dan 129 tank. Namun, mereka harus menghadapi pasukan Rusia yang berjumlah 78.000 orang dan 757 tank.

Untuk kekuatan udara, Shlapak berkata memang organisasi yang didirikan pada 1949 itu mempunyai keunggulan yang sangat jauh dari Rusia.

NATO memiliki jet tempur empat kali lebih banyak dari yang dimiliki Rusia. Selain itu, mereka punya satu-satunya jet tempur generasi kelima.

Baca juga: Trump Desak Anggota NATO Tambah Sumbangan Militernya

"Namun, Rusia melampaui mereka dalam hal pertahanan udara terintegrasi, artileri jarak jauh, peluru anti-baja, hingga peralatan elektronik," ulas laporan itu.

Belum lagi struktur komando NATO yang mengalami penurunan cukup jauh dibandingkan dengan era Perang Dingin.

Keunggulan tim darat Rusia tidak berubah meski terdapat brigade AS yang sering dirotasi maupun Tim Penyerang Taktis (eFP) Eropa.

Apalagi, Rusia telah meningkatkan kapabilitas tempur mereka terutama di Distrik Militer Bagian Barat yang berbatasan dengan negara Baltik.

Baca juga: Trump Sempat Ancam Bakal Bawa AS Keluar dari NATO

Antara lain dengan memindahkan rudal multi-peran di Kaliningrad, serta pasukannya mulai mendapat pelatihan cara menggunakan peledak.

Keberadaan AS sebagai pemimpin NATO memang memberikan peningkatan yang cukup signifikan karena militer mereka masih disebut yang terkuat.

Namun, infrastruktur yang menua, birokrasi Eropa yang rumit, hingga jalur kereta yang tidak bagus membuat kekuatan itu tidak berpengaruh banyak.

"Melihat perkembangan dalam beberapa pekan terakhir, komparasi itu malah semakin memburuk," ulas laporan Rand Corp.

Karena itu, Presiden AS Donald Trump kukuh mendesak 28 pemimpin NATO lainnya untuk meningkatkan anggaran pertahanan mereka.

Sebab, hingga 2018 ini, AS masih menjadi penyumbang anggaran terbesar NATO dengan 70 persen dari total 1 triliun dolar AS.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Brussels, Belgia, Trump menginginkan belanja NATO ditingkatkan empat persen dari GDP.

Baca juga: Produsen Pesawat Rusia Hentikan Kerja Sama dengan NATO

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
NASIONAL
Apa itu PPNS?
Apa itu PPNS?
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.