Trump Sempat Ancam Bakal Bawa AS Keluar dari NATO - Kompas.com

Trump Sempat Ancam Bakal Bawa AS Keluar dari NATO

Kompas.com - 12/07/2018, 20:48 WIB
Suasana pertemuan para pemimpin anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Antara lain Presiden Perancis Emmanuel Macron (dua dari kiri), Perdana Menteri Belanda Mark Rutte (tiga dari kiri), Presiden Amerika Serikat Donald Trump (empat dari kiri), dan Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg (empat dari kanan) di Brussels, Belgia (11/7/2018).AFP/POOL/TATYANA ZENKOVICH Suasana pertemuan para pemimpin anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Antara lain Presiden Perancis Emmanuel Macron (dua dari kiri), Perdana Menteri Belanda Mark Rutte (tiga dari kiri), Presiden Amerika Serikat Donald Trump (empat dari kiri), dan Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg (empat dari kanan) di Brussels, Belgia (11/7/2018).

BRUSSELS, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump mengancam bakal keluar dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara ( NATO).

Ancaman tersebut dia lontarkan saat hadir dalam pertemuan para pemimpin anggota NATO di Brussels, Belgia.

Dilansir Politico Kamis (12/7/2018), Trump menginginkan 28 anggota NATO yang lain untuk meningkatkan sumbangan mereka.

Baca juga: Trump Desak Anggota NATO Tambah Sumbangan Militernya

Sebab, selama ini dia mengeluhkan para pembayar pajak AS harus terbebani karena mereka menanggung sebagian besar anggaran.

Dari total 1 triliun dolar AS pengeluaran NATO, Negeri "Paman Sam" memberikan 706 miliar, atau sekitar Rp 10.174 triliun.

Inggris berada di peringkat kedua dengan sumbangan NATO 62 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 893 triliun.

Lalu Perancis memberi 52 miliar dolar AS, Rp 749 triliun, dan Jerman 51 miliar dolar AS, atau Rp 734,9 triliun.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengumumkan mereka bakal menaikkan sumbangan sebesar empat persen dari GDP.

Namun, Trump menolak. Dia bersikeras seluruh anggota aliansi negara Barat itu harus membelanjakan empat persen dari GDP ke NATO.

Dia meminta sebuah rancangan konkret bagaimana total pembelanjaan tersebut ketika mereka bertemu kembali Januari 2019.

Sumber pejabat NATO menuturkan, Trump mengancam bakal ada "konsekuensi besar" jika permintaannya tak dituruti.

"Kami sempat mendengar jika negara NATO lain tak membayar, maka Trump bakal melakukan dengan caranya, atau AS lebih baik keluar," kata sumber itu.

Perkataan Trump membuat Stoltenberg kalang kabut, dan dikabarkan segera menggelar pertemuan darurat.

Presiden ke-45 dalam sejarah AS itu tidak menjawab pertanyaan awak media soal ancamannya keluar dari NATO.

Baca juga: Kanada Siap Pimpin Misi Latihan Militer NATO di Irak

Hanya, dia sempat menjawab ketika ada jurnalis bertanya apakah dia bisa memutuskan keluat tanpa menunggu persetujuan Kongres AS.

"Saya pikir saya bisa (keluar tanpa persetujuan)," tutur presiden berusia 72 tahun yang berasal dari Partai Republik tersebut.

Dia melanjutkan, melihat perkembangan pertemuan dalam dua hari terakhir, dia merasa tidak perlu untuk memperkuat ancamannya.

"Jadi, saat ini saya sangat senang. Kami mempunyai NATO yang kuat. Sangat, sangat kuat," ucapnya dikutip dari USA Today.

Trump mengaku sangat tidak senang dengan kurangnya komitmen yang dibuat oleh para pemimpin negara anggota NATO.

"Jadi, kemarin (11/7/2018) dan hari ini, saya mungkin harus sedikit lebih tegas," beber suami Melania itu.

Baca juga: Raja Arab Saudi Beri Sumbangan Rp 2 Triliun untuk Palestina


Komentar

Close Ads X