Bebas dari Tahanan, Pangeran Saudi Dukung Reformasi Putra Mahkota - Kompas.com

Bebas dari Tahanan, Pangeran Saudi Dukung Reformasi Putra Mahkota

Kompas.com - 13/07/2018, 08:53 WIB
Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal. (AP Photo) Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal. (AP Photo)

RIYADH, KOMPAS.com - Miliarder Arab Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal menunjukkan dukungannya terhadap reformasi kebijakan yang diluncurkan oleh Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.

Sebelumnya, Pangeral Alwaleed pernah ditahan selama tiga bulan dalam aksi pemberantasan korupsi oleh Pangeran Mohammed.

"Saya merasa terhormat bertemu dengan saudara saya Yang Mulia Putra Mahkota dan membahas masalah ekonomi, masa depan sektor swasta dan keberhasilan Visi 2030," kicaunya di Twitter, kamis (12/7/2018).

Baca juga: Pangeran Alwaleed Bebas dari Penjara, Sahamnya Langsung Melonjak

Dalam unggahan di Twitter itu, Pangeran Alwaleed turut menyertakan foto yang memperlihatkan dirinya bersama dengan Pangeran Mohammed.

"Saya akan menjadi salah satu pendukung terbesar Visi dan semua afilisiasinya," imbuhnya.

VOA News mewartakan, Vision 2030 merupakan kebijakan perekonomian untuk mengurangi ketergantungan Saudi terhadap minyak.

Pemberantasan korupsi oleh Pangeran Mohammed sempat mengkhawatirkan kalangan pengusaha dan investor asing, namun kerajaan Saudi terus berupaya mendukung reformasi tersebut.

Pangeran Alwaleed, pelaku usaha paling terkenal di Saudi, dibebaskan pada Januari lalu setelah ditahan di Hotel Ritz-Carlton, Riyadh, bersama sejumlah anggota kerajaan, pejabat senior, dan pengusaha.

Sebagian besar dari mereka bebas dengan menyetor sejumlah uang kepada negara. Pangeran Alwaleed menolak untuk mengungkap rinciannya.

Baca juga: Taipan Saudi Tertuduh Korupsi Disiksa Selama Berada di Tahanan

Dalam wawancara eksklusif dengan Reuters via Al Jazeera beberapa jam sebelum kabar tentang pembebasannya beredar, dia sudah berharap bakal dilepaskan dari segala tuduhan.

"Bagi saya, tidak ada tuduhan. Saya hanya meluruskan segalanya dengan pemerintah," ujar Alwaleed.



Close Ads X