Kompas.com - 05/07/2018, 20:45 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Puluhan pengungsi Rohingya yang mencoba kembali ke rumah mereka di Rakhine dilaporkan telah ditahan otoritas Myanmar.

Kabar tersebut disampaikan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra'ad Al Hussein, yang lantas mempertanyakan keseriusan pemerintah Myanmar dalam proses pemulangan Rohingya.

"Kami telah menerima laporan mengenai 58 orang pengungsi Rohingya yang berusaha kembali ke Rakhine namun justru ditangkap dan ditahan atas tuduhan yang tak jelas," kata Zeid, dilansir AFP.

"Mereka kemudian mendapat pengampunan dari presiden, namun hanya dipindahkan dari penjara Buthidaung ke lokasi yang disebut 'pusat penerimaan' dengan kondisi yang tak berbeda dengan penahanan administratif," kata Zeid saat menyampaikan perkembangan krisis Rohingya kepada Dewan HAM PBB.

Baca juga: Bocah Rohingya Terluka Akibat Tembakan Petugas Perbatasan Myanmar

"Para wakil pemerintah berulang kali menyatakan bahwa Myanmar siap untuk menerima kembali para pengungsi, tapi banyak di antara mereka yang kembali dengan keinginan mereka sendiri justru telah ditahan," tambahnya.

Zeid mengatakan, pihaknya memiliki bukti yang menunjukkan kekejaman di Rakhine yang sedang berlangsung.

Pihaknya menyebut masih ada lebih dari 11.000 warga Rohingya telah melarikan diri dari Rakhine tahun ini. Hal tersebut menunjukkan tindak kekerasan masih terjadi di sana sehingga memaksa warga untuk melarikan diri.

Membalas pernyataan pejabat PBB, delegasi Myanmar menyebut laporan tersebut telah menyimpang.

Delegasi Myanmar menegaskan jika pemerintahnya saat ini terus bekerja agar dapat mempercepat proses pemulangan terhadap para pengungsi yang memiliki hak untuk kembali.

Myanmar mengatakan siap menyambut kembalinya sebagian dari 700.000 pengungsi Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh sejak Agustus demi menghindari tindak kekerasan dari militer Myanmar.

Baca juga: Militer Myanmar Pecat Jenderal yang Terkait Kekerasan Rohingya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.