Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/06/2018, 23:25 WIB

DHAKA, KOMPAS.com - Seorang anak pengungsi Rohingya di kawasan tanah tak bertuan di dekat perbatasan Bangladesh terluka akibat tembakan yang diduga berasal dari petugas perbatasan Myanmar.

Insiden tersebut terjadi pada Kamis (28/6/2018) dengan bocah berusia 10 tahun, Ansar Ullah, mengalami luka tembakan di bagian paha. Bocah tersebut terluka saat bermain di dekat pagar kawat berduri yang didirikan Myanmar di garis perbatasan.

"Beberapa anak-anak sedang bermain di dekat pagar saat sore hari ketika sebuah peluru tajam yang ditembakkan dari pos polisi penjaga perbatasa Myanmar mengenai Ansar," kata salah seorang pemimpin warga, Di Mohammad.

Bocah tersebut, dilansir AFP, mengalami luka di bagian pahanya dan harus dilarikan ke rumah sakit yang dikelola organisasi Doktor Lintas Batas (MSF) untuk mendapat perawatan.

Baca juga: Militer Myanmar Pecat Jenderal yang Terkait Kekerasan Rohingya

Insiden yang melukai seorang bocah itu memicu kemarahan pengungsi Rohingya dan menyebut petugas perbatasan seharusnya merasa malu.

"Apakah seorang anak berusia 10 tahun yang tak bersenjata tampak seperti ancaman bagi mereka? Seharusnya mereka merasa malu setelah menembak bocah tak bersenjata," kata pemimpin warga lainnya, Mohammad Arif.

Komandan Penjaga Perbatasan Bangladesh (BGB), Letkol Manzurul Hasan Khan mengatakan, tembakan berasal dari sisi perbatasan wilayah tanah tak bertuan dengan Myanmar.

"Tapi kami tidak bisa memastikan apakah tembakan berasal dari pos penjaga perbatasan. Kami akan mengirimkan protes kepada BGP," katanya.

Sebelumnya, pasukan keamanan Myanmar mendesak kepada para pengungsi Rohingya untuk meninggalkan wilayah tanah tak bertuan dan segera menyeberang ke Bangladesh atau akan menghadapi tuntutan di Myanmar.

Militer Myanmar juga sempat mengerahkan ratusan pasukan lengkap dengan persenjataan berat, namun kemudian ditarik kembali setelah mendapat kecaman dari pengungsi.

Baca juga: Myanmar Klaim Puluhan Warga Rohingya Bersedia Kembali Sukarela

Permasalahan pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari ancaman kekerasan di kampung halaman mereka di Rakhine, Myanmar dan mengungsi ke Bangladesh dan kawasan tanah tak bertuan hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

Pemerintah Myanmar dengan Bangladesh sempat melakukan penandatangan perjanjian repatriasi.

Namun proses pemulangan belum juga dapat dimulai lantaran sejumlah kendala, termasuk saran dari PBB yang menyebut situasi di Myanmar belum kondusif untuk kembalinya para pengungsi Rohingya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.