Syed Saddiq, Kunci Mahathir untuk Mendekati Generasi Muda Halaman 2 - Kompas.com

Syed Saddiq, Kunci Mahathir untuk Mendekati Generasi Muda

Kompas.com - 04/07/2018, 10:07 WIB
Dr Mahathir MohamadJoe Kit Yong/Ceritalah Dr Mahathir Mohamad

 

Melalui tandem Mahathir- Syed Saddiq, Mahatir ingin memperlihatkan suatu hubungan khusus—jika tidak bisa disebut ketergantungan—Sesuatu yang dapat segera mengangkat para generasi milenial yang memiliki ide-ide yang autentik dan kredibel.

Ketua Pemuda partai BERSATU, Saddiq hampir selalu terlihat di samping atau tepat di belakang Dr. Mahathir, baik dalam konferensi pers ataupun di media sosial.

Bisa dikatakan, Saddiq merupakan sosok yang lebih dari sekadar wajah menawannya seperti yang dikatakan para pengkritiknya.

Dengan lebih dari 987.000 pengikut di Instagram (dan akan terus bertambah), ia juga melakukan sesi pertanyaan untuk pemimpin oposisi di Facebook Live, dimana hal tersebut semakin menampilkan kontribusi anak muda Malaysia dari semua lapisan masyarakat.

Saddiq juga sempat mengungkapkan sulitnya kondisi kerja dari 400.000 orang Johor yang setiap hari seperti pengalaman ayahnya bekerja di Singapura untuk mencari nafkah.

Dalam video yang menggetarkah hati, ditonton oleh 841.000 viewer di halaman Facebooknya, Saddiq bercerita tentang pengorbanan yang dilakukan ayahnya untuk menghidupi keluarga, dimana ayahnya harus bekerja selama 17 jam per hari.

Hubungan antara Mahathir dan Saddiq terlihat jelas dalam video YouTube berdurasi 29 menit yang beredar di awal tahun. Keduanya membahas bagaimana pemuda Malaysia bisa memperoleh manfaat dari belajar Bahasa Inggris.

Pada satu segmen, Saddiq membuat lelucon dengan memanggil Dr Mahathir sebagai “cikgu Mahathir” (yang berarti “guru Mahathir”), sesuatu hal yang hanya berani dilakukan oleh beberapa orang.

Saddiq merupakan sosok yang kini sedang naik daun. Mendapatkan jabatan di jajaran Kabinet dan menjadikannya sebagai salah satu Menteri termuda Malaysia.

Meski demikian, masih terlalu dini untuk menobatkan Saddiq sebagai salah satu orang yang berpotensi menjadi “pewaris” atau “penerus” Mahathir. Siapa pun yang mengetahui sejarah politik Malaysia pasti juga mengetahui apa dampak yang akan terjadi dari “penobatan” tersebut.


Page:

Terkini Lainnya

Jokowi dan Prabowo Dinilai Belum Paham Subtansi Reforma Agraria

Jokowi dan Prabowo Dinilai Belum Paham Subtansi Reforma Agraria

Nasional
Sandiaga Sebut Banyaknya Pendukung Kedua Paslon Ganggu Penonton Debat

Sandiaga Sebut Banyaknya Pendukung Kedua Paslon Ganggu Penonton Debat

Nasional
Senat Bakal Selidiki Isu Rencana Lengserkan Trump dengan Amendemen 25

Senat Bakal Selidiki Isu Rencana Lengserkan Trump dengan Amendemen 25

Internasional
Alexandra dan Calder, Bayi Kembar dengan Ayah yang Berbeda

Alexandra dan Calder, Bayi Kembar dengan Ayah yang Berbeda

Internasional
Kisah Wahyu Selamatkan Tiga Siswa di Pantai Manakarra, Tuna Wicara hingga Putus Sekolah karena Sering Diejek

Kisah Wahyu Selamatkan Tiga Siswa di Pantai Manakarra, Tuna Wicara hingga Putus Sekolah karena Sering Diejek

Regional
Tak Ada Sanksi Hukum jika Capres Serang Pribadi Lawan dalam Debat

Tak Ada Sanksi Hukum jika Capres Serang Pribadi Lawan dalam Debat

Nasional
Timses: Tanya soal Unicorn, Bukan Berarti Pak Prabowo Tak Tahu

Timses: Tanya soal Unicorn, Bukan Berarti Pak Prabowo Tak Tahu

Nasional
Polres Garut Bekuk 2 Pembunuh Sadis Sopir Mobil Rental

Polres Garut Bekuk 2 Pembunuh Sadis Sopir Mobil Rental

Regional
2.580 Personil TNI/Polri Disiagakan Saat Pertandingan Persib Kontra Arema

2.580 Personil TNI/Polri Disiagakan Saat Pertandingan Persib Kontra Arema

Regional
Begal Spesialis Jalintim Sumatera Dilumpuhkan dengan 4 Tembakan

Begal Spesialis Jalintim Sumatera Dilumpuhkan dengan 4 Tembakan

Regional
Mesin Notula, Mentranskrip Semua Dialog dalam Debat Pilpres 2019

Mesin Notula, Mentranskrip Semua Dialog dalam Debat Pilpres 2019

Nasional
Dokter Masukkan Balon Berisi Gas ke Anus Pasien dan Meledak

Dokter Masukkan Balon Berisi Gas ke Anus Pasien dan Meledak

Internasional
Tolak Ucap Sumpah Setia pada Bendera AS, Bocah Usia 11 Tahun Ditahan

Tolak Ucap Sumpah Setia pada Bendera AS, Bocah Usia 11 Tahun Ditahan

Internasional
Mereka yang Curiga Ada Kecurangan dalam Debat Diminta Lapor ke Bawaslu

Mereka yang Curiga Ada Kecurangan dalam Debat Diminta Lapor ke Bawaslu

Nasional
Polisi Temukan Kebun Ganja di Area Perhutani Purwakarta

Polisi Temukan Kebun Ganja di Area Perhutani Purwakarta

Regional

Close Ads X