Kompas.com - 28/06/2018, 18:35 WIB

ADEN, KOMPAS.com - Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi mendesak kepada kelompok pemberontak Houthi untuk menarik seluruh pasukannya dari kota pelabuhan Hodeidah.

Desakan tersebut muncul setelah dilangsungkannya pertemuan antara Utusan PBB Martin Grifiths dengan Presiden Hadi yang diperangi pemberontak di Kota Aden pada Rabu (27/6/2018).

Pertemuan itu menjadi yang terbaru dilakukan PBB dalam upayanya mengatasi kekerasan yang terus meningkat di kota Hodeidah.

"Presiden Hadi berkeras agar pemberontak Houthi menarik mundur secara penuh pasukannya tanpa syarat dari Hodeidah atau akan menghadapi solusi militer," kata seorang sumber pemerintah Yaman dilansir The New Arab.

Baca juga: Uni Emirat Arab Siap Dukung Penarikan Mundur Pemberontak Yaman

Pemerintah Yaman juga menuntut penarikan penuh pasukan pemberontak dari seluruh wilayah provinsi Hodeidah, termasuk pelabuhan. Demikian pernyataan yang disiarkan kantor berita pemerintah, Saba.

Kota Hodeidah, tempat di mana terdapat pelabuhan yang terhubung langsung dengan Laut Merah, telah menjadi sasaran serangan militer yang dilancarkan pasukan pro-pemerintah dengan didukung koalisi pimpinan Uni Emirat Arab, dalam operasi "Kemenangan Besar" yang dimulai sejak 13 Juni lalu.

Pelabuhan tersebut berperan penting karena menjadi pintu masuknya 70 persen impor Yaman.

Menurut informasi dari salah satu sumber diplomatik, pemberontak Houthi dikabarkan telah setuju menyerahkan kendali atas pelabuhan kepada PBB. Namun laporan itu belum dikonfirmasi PBB.

Sikap presiden Yaman tersebut sejalan dengan pernyataan aliansi yang dipimpin Uni Emirat Arab (UEA).

Melalui Menteri Urusan Luar Negeri UEA, Anwar Gargash, pada Senin (25/6/2018), menyebut penarikan pasukan Houthi dari pelabuhan dan kota Hodeidah adalah kunci "penting".

Pemberontak Houthi yang didukung Iran telah mengendalikan kota Hodeidah termasuk pelabuhannya sejak 2014, setelah mereka mengusir pasukan pemerintah dari ibu kota dan merebut sebagian besar wilayah Yaman utara.

Utusan PBB telah dua kali berupaya menengahi pembicaraan antara pihak-pihak yang berseteru namun masih gagal menemukan solusi politik untuk konflik di Hodeidah.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan dalam konferensi pers pada Rabu (27/6/2018) di New York, situasi di kota pelabuhan tersebut terus memburuk.

Baca juga: Pemerintah Yaman Segera Buka Kembali Bandara Hodeidah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.