Kelompok Houthi Isyaratkan Serahkan Kendali Pelabuhan Hodeidah ke PBB

Kompas.com - 22/06/2018, 23:04 WIB
Sebuah kapal merapat ke Pelabuhan Hodeidah yang terletak di Yaman (26/11/2017). Pelabuhan yang tengah dikuasai kelompok pemberontak Houthi kini dibuka selama satu bulan untuk mempermudah bantuan kemanusiaan masuk ke Yaman. Abdo Hyder/AFPSebuah kapal merapat ke Pelabuhan Hodeidah yang terletak di Yaman (26/11/2017). Pelabuhan yang tengah dikuasai kelompok pemberontak Houthi kini dibuka selama satu bulan untuk mempermudah bantuan kemanusiaan masuk ke Yaman.

HODEIDAH, KOMPAS.com - Kelompok pemberontak Yaman yang didukung Iran, Houthi, mengisyaratkan bakal menyerahkan pengelolaan pelabuhan Hodeidah yang saat ini dikuasai kepada PBB.

Kabar itu disampaikan salah satu sumber dekat Houti. Jika benar, maka hal ini akan menjadi pertanda baik di tengah konflik yang telah disebut sebagai krisis kemanusiaan terburuk.

Pasukan pro-pemerintah Yaman yang didukung koalisi Arab pimpinan Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) telah melancarkan serangan ke kota pelabuhan Hodeidah untuk mengusir keluar kelompok Houthi.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang mulai mengintervensi konflik di Yaman pada 2015, menjanjikan bakal menggelar operasi militer cepat untuk mengambil alih bandara dan pelabuhan tanpa memasuki pusat kota.


Baca juga: Pemerintah Yaman Segera Buka Kembali Bandara Hodeidah

Hal itu penting untuk meminimalkan jatuhnya korban, terutama dari pihak sipil, selain juga untuk menjaga aliran barang-barang kebutuhan pokok.

Pengambilalihan kembali bandara dan pelabuhan Hodeidah tersebut dilakukan demi memutus aliran sumber daya utama Houthi, termasuk aliran pendapatan dan juga pasokan material rudal.

Pasukan pro-pemerintah telah berhasil merebut bandara Hodeidah pada Selasa (19/6/2018) dan bermaksud segera membuka kembali.

Menurut sumber yang diberitakan Middle East Monitor, Houthi menunjukkan tanda-tanda akan menerima aturan dari PBB secara keseluruhan untuk manajemen dan inspeksi pelabuhan.

Disampaikan diplomat Barat, aturan tersebut meliputi pengawasan pemasukan dari pelabuhan dan memastikannya sampai ke bank sentral di Yaman.

Utusan PBB, Martin Griffiths telah mengunjungi Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi dan Jeddah, Arab Saudi, pada pekan ini untuk melakukan negosiasi dan menyampaikan proposal penyerahan kendali pelabuhan.

Pihak koalisi kini tengah mempelajari dan akan menginformasikan kepada PBB.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X