Aksi Penyanderaan di Paris Berakhir, Pelaku Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa - Kompas.com

Aksi Penyanderaan di Paris Berakhir, Pelaku Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

Kompas.com - 13/06/2018, 15:27 WIB
Petugas kepolisian Perancis berjaga di ruas jalan tak jauh dari lokasi penyanderaan di pusat kota Paris, Selasa (12/6/2018).AFP/ALAIN JOCARD Petugas kepolisian Perancis berjaga di ruas jalan tak jauh dari lokasi penyanderaan di pusat kota Paris, Selasa (12/6/2018).

PARIS, KOMPAS.com - Seorang pria bersenjata yang menyandera dua orang di kota Paris, Selasa (12/6/2018), akhirnya ditangkap dan polisi berhasil menyelamatkan kedua sandera.

"Kedua sandera, termasuk salah satu yang sudah disiram bensin, telah dibebaskan," demikian kepolisian Perancis, Rabu (13/6/2018), sambil menambahkan pelaku membawa sebilah pisau.

Salah seorang sandera mengalami luka ringan akibat melawan tersangka pelaku sebelum polisi tiba di lokasi kejadian.

Polisi sejauh ini belum mengetahui alasan penyanderaan itu tetapi insiden tersebut diyakini tak terkait aksi terorisme.


Baca juga: Kasus Penyanderaan di Florida, Empat Anak Tewas

"Berdasarkan hasil investigasi awal, pelaku kemungkinan mengalami masalah kejiwaan yang motifnya belum terungkap," ujar seorang sumber kepolisian.

Sumber kepolisian lainnya mengatakan, tersangka pelaku sempat membuat pernyataan soal kedutaan besar dan pemerintah Perancis.

Setelah ditangkap, pelaku penyanderaan yang adalah pria kelahiran Maroko berusia 26 tahun itu dibawa ke rumah sakit jiwa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,.

Penyanderaan itu terjadi pada pukul 14.00 waktu setempat ketika seorang pria memasuki kantor sebuah perusahaan start-up di Rue des Petites Ecuries yang ramai.



Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X