Jam Kerja Terlalu Panjang, Seorang Biksu di Jepang Gugat Sebuah Kuil

Kompas.com - 17/05/2018, 16:37 WIB
Japanese Monk praying in morning celemony at Kyoto Hyakumanben Chionji Temple KavutoJapanese Monk praying in morning celemony at Kyoto Hyakumanben Chionji Temple
|

TOKYO, KOMPAS.com - Seorang biksu Buddha di Jepang menggugat kuil tempatnya berada karena merasa dipaksa bekerja tanpa henti melayani turis.

Lewat kuasa hukumnya, biksu berusia 40-an itu kini menuntut kompensasi 8,6 juta yen atau lebih dari Rp 1 miliar dari sebuah kuil di Gunung Koya.

Kuil yang juga dikenal dengan nama Koyasan ini masuk ke dalam daftar  warisan dunia dan merupakan salah satu kuil Buddha tersuci di Jepang.

Biksu itu mulai bekerja di kuil tersebut pada 2008 dan mulai merasa depresi pada Desember 2015. Demikian kuasa hukumnya, Noritake Shirakura.

Baca juga: Biksu Senior Tewas Sehari setelah Diserang Gajah Peliharaan Kuil

"Jika Anda bekerja sebagai biksu, seringkali Anda bekerja tanpa manajemen waktu yang benar," kata Shirakura.

"Jika Anda melakukan pekerjaan tetapi dianggap sebagai bagian dari latihan keagamaan. Jika ini latihan maka seseoranag harus bertahan meski amat berat," tambah Shirakura.

"Lewat kasus ini, kami ingin menunjukkan bahwa anggapan semacam itu sudah ketinggalan zaman," lanjut dia.

Shirakura menolak untuk menyebut nama klien dan kuil yang digugat karena sang klien tak ingin diketahui identitasnya sehingga dia bisa kembali bekerja atau mencari tempat lain di komunitas biksu yang amat kecil itu.

Sang biksu mengklaim, dia dipaksa melakukan berbagai pekerjaan yang melampaui tugas spiritualnya.

Pada 2015, saat wilayah Koyasan merayakan ulang tahun ke-1.200, sang biksu dipaksa bekerja hingga 64 hari berturut-turut untuk menangani gelombang wisatawan ke tempat itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber SCMP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X