Pompeo: AS Berjanji ke Kim Jong Un Tidak Akan Ada Ganti Rezim

Kompas.com - 14/05/2018, 15:33 WIB
Foto ini diambil pada Rabu (9/5/2018 dan dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara KCNA pada Kamis (10/5/2018). Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kiri) berjabat tangan markas Partai Buruh Korea Utara, di Pyongyang. Foto ini diambil pada Rabu (9/5/2018 dan dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara KCNA pada Kamis (10/5/2018). Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kiri) berjabat tangan markas Partai Buruh Korea Utara, di Pyongyang.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ( AS), Mike Pompeo, menjanjikan tidak akan ada pergantian rezim di Korea Utara (Korut).

Pompeo mengatakannya ketika diwawancara dalam program televisi Fox News Sunday, seperti dikutip Russian Today Senin (14/5/2018).

Mantan direktur badan intelijen pusat (CIA) itu bertemu dengan Trump pekan lalu (8/5/2018) untuk bertemu dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un.

Selain memutuskan pertemuan digelar di Singapura pada 12 Juni, Kim juga setuju membebaskan tiga warga AS yang ditahan Korut.

Baca juga: Tawarkan Investasi Sektor Pertanian, AS Ingin Warga Korut Hidup Sehat

Dia menjelaskan, AS berjanji bakal memberi jaminan keamanan kepada Kim, dan tidak akan berusaha menggulingkan kekuasaannya.

Jaminan itu bakal diberikan setelah negara komunis tersebut memenuhi komitmennya untuk memberikan senjata nuklirnya.

Dia berkata, Trump telah menorehkan prestasi di mana Negeri "Paman Sam" itu tidak berada dalam ancaman yang dilakukan oleh rezim Korut.

"Belum pernah ada presiden yang mampu menempatkan AS pada posisi di mana para penguasa Korut berpikir mustahil untuk melakukannya," lanjut Pompeo.

Jika negosiasi yang dilakukan Trump dan Kim sukses, dia berujar perusahaan-perusahaan AS bakal membanjiri pasar Korut.

Keberadaan perusahaan AS bakal membantu perbaikan jaringan listrik, pembangunan ekonomi, hingga penyediaan bahan makanan.

"Sehingga, warga di Korut bisa memakan daging dan mendapat kehidupan yang pantas," ujar politisi berusia 54 tahun tersebut.

Ini merupakan pertemuan kedua Pompeo dengan Kim. Pertemuan pertama terjadi di Pyongyang pada Maret lalu. Saat itu, dia masih menjabat sebagai Direktur CIA.

Pompeo mendeskripsikan Kim sebagai sosok negosiator ulung, dan selalu paham dengan berbagai perkembangan terbaru saat ini.

"Percakapan kami berlangsung dengan profesional. Dia selalu mendapatkan tujuannya demi kebaikan rakyat Korut," tutur Pompeo kembali.

Baca juga: Pompeo: AS akan Bantu Bangun Perekonomian Korea Utara Jika...



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X