Gabung ISIS, 18 Perempuan asal Rusia Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup

Kompas.com - 30/04/2018, 09:44 WIB
Perempuan asal Rusia dihukum seumur hidup di pengadilan Baghdad, Irak, Minggu (29/4/2018), karena bergabung dengan ISIS. (AFP/Ammar Karim) Perempuan asal Rusia dihukum seumur hidup di pengadilan Baghdad, Irak, Minggu (29/4/2018), karena bergabung dengan ISIS. (AFP/Ammar Karim)

BAGHDAD, KOMPAS.com - Pengadilan di Irak menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada 19 perempuan asal Rusia yang bergabung dengan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS).

Banyak dari terdakwa menyampaikan kepada pengadilan bahwa mereka telah dibawa ke Irak karena dipaksa oleh anggota ISIS asal Turki.

Pada awal bulan ini, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan sekitar 50 hingga 70 perempuan yang dapat berbahasa Rusia telah ditahan Irak, bersama dengan lebih dari 100 anak-anak mereka.

Baca juga : ISIS Penggal Tiga Kakak Beradik Pekerja Medis di Afghanistan

Diplomat Rusia yang menangani kasus ini menyatakan, keluarga dari para perempuan tersebut akan dihubungi dan diinformasikan mengenai putusan tersebut.

Pengadilan kriminal di Baghdad yang menangani kasus terorisme itu juga memberikan hukuman penjara seumur hidup terhadap enam perempuan asal Azerbaijan dan empat orang asal Tajikistan.

Mayoritas dari mereka mengklaim telah tersesat saat perjalanan menuju Irak.

"Saya tidak tahu kami berada di Irak. Saya pergi bersama suami dan anak-anak saya ke Turki untuk tinggal di sana," kata salah satu terdakwa.

ISIS secara mengejutkan melakukan tindakan ofensif pada 2014 dan mengendalikan sekitar sepertiga wilayah negara itu, termasuk kota kedua terbesar, Mosul.

Sejak mengumumkan kemenangan melawan ISIS pada akhir 2017, otoritas Irak telah menahan lebih dari 560 perempuan dan 600 anak-anak yang memiliki hubungan dengan anggota kelompok pemberontak.

Baca juga : Pengadilan Irak Hukum Mati 300 Orang Terkait ISIS

Pada awal bulan ini, pengadilan Irak menghukum Djamila Boutoutaou, warga negara Perancis, dengan hukuman penjara seumur hidup karena bergabung dengan ISIS.

Boutoutaou mengatakan kepada pihak berwenang, dia mengira melakukan perjalanan dengan suaminya untuk tujuan liburan, namun keduian dia menyadari suaminya merupakan anggota ISIS. Suaminya terbunuh oleh militer Irak di Mosul.

Para pakar memperkirakan Irak telah menahan lebih dari 20.000 orang yang dituduh terkait dengan ISIS, dan telah menjatuhkan hukuman mati terhadap 300 orang sejauh ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X