Mengenal Punggye-ri, Situs Uji Coba Nuklir Korea Utara yang Misterius

Kompas.com - 29/04/2018, 19:59 WIB
Gambar ini menunjukkan sebelum dan sesudah situs uji Punggye-ri, di mana pada 3 September 2017 dilakukan pengujian bom di bawah tanah. Gambar di sebelah kiri adalah sebelum dilakukan pengujian yang diperoleh pada 1 September 2017, sementara gambar setelah pengujian menunjukkan tanah longsor. (AFP/Planet/HO) Gambar ini menunjukkan sebelum dan sesudah situs uji Punggye-ri, di mana pada 3 September 2017 dilakukan pengujian bom di bawah tanah. Gambar di sebelah kiri adalah sebelum dilakukan pengujian yang diperoleh pada 1 September 2017, sementara gambar setelah pengujian menunjukkan tanah longsor. (AFP/Planet/HO)

SEOUL, KOMPAS.com - Juru Kepresidenan Korea Selatan Yoon Youn-chan menyampaikan janji pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan bersejarah dengan presiden Moon Jae-in.

Menurut Yoon, Kim berjanji akan menutup situs uji coba nuklirnya di wilayah pegunungan, Punggye-ri, yang selama ini menjadi saksi bisu peluncuran nuklir sejak 2006.

Punggye-ri dianggap sebagai fasilitas nuklir yang aktif di dunia. Kendati berencana untuk ditutup, namun para ilmuwan berpendapat sebagian dari situs itu telah runtuh dan mungkin tidak digunakan.

Sebagian besar informasi tentang keberadaan situs ini diambil dari citra satelit dan melacak pergerakan dari sejumlah peralatan di lokasi.

Berikut beberapa fakta mengenai situs Punggye-ri seperti dilansir dari Straits Times dan AFP, Minggu (29/4/2018):

1. Sistem terowongan

Situs ini terletak di pedalaman pegunungan di provinsi sebelah timur laut Korut, Hamgyong Utara, yang berbatasan dengan China.

Dikelilingi oleh puncak-puncak yang curam dengan gunung granit yang tingginya lebih dari 2.000 meter. Situs tersebut menjadi tempat yang ideal untuk menahan kekuatan dari ledakan nuklor.

Baca juga : Korea Utara Janji Tutup Situs Uji Coba Nuklir pada Mei 2018

Uji coba nuklir dilakukan dalam sistem terowongan yang digali di bawah Gunung Mantap. Pengujian pertama dilakukan pada 9 Oktober 2006, berlanjut pada 25 Mei 2009.

Berikutnya, uji coba nuklir digelar pada 2013, 2016, dan yang terbaru pada 3 September 2017.

Sebelum uji coba yang terakhir, citra satelit memperlihatkan situs tersebut berada dalam kondisi siaga sehingga mengindikasikan kesiapan untuk pengujian.

Alat pengujian dikubur di ujung terowongan yang berbentuk kait. Terowongan ditimbun untuk mencegah kebocoran radiasi ketika peledakan dilakukan.

Citra satelit juga memperlihatkan pelambatan signifikan pada pembuatan terowongan dan operasi lainnya di situs itu. Hal ini dihubungkan dengan cairnya hubungan Korut dan Korsel.

2. Guncangan gempa

Uji coba nuklir yang pertama dianggap sebagai kegagalan dan menghasilkan ledakan sekitar satu kiloton, sementara pengujian terakhir mencapai 250 kiloton atau 16 lebih kuat dibanding bom atom Amerika Serikat yang dijatuhkan di Hiroshima pada 1945.

Sekitar 8,5 menit setelah uji coba pada September lalu, para ahli menyebutkan telah terjadi keruntuhan di lokasi menuju pusat uji coba nuklir.

Survei Geologi AS mencatat adanya peristiwa seismik sekitar 8 menit usai dilakukan uji coba.

Baca juga : Pakar China: Situs Uji Coba Nuklir Korut Runtuh Sebagian

Jepang melaporkan pada Oktober lalu, sebuah terowongan yang sedang di lokasi itu runtuh dan sebanyak 200 pekerja diperkirakan tewas.

3. Dekat dengan China

Uji coba nuklir yang terakhir berdampak di beberapa kota di China yang berbatasan dengan Korea Utara. Penduduk di sana merasakan guncangan akibat aktivitas seismik.

Anak-anak sekolah menyelamatkan diri ke tempat terbuka di kota Yanji, sekitar 10 km dari perbatasan.

Selain itu, kota-kota di Korea Utara yang berada di dekat situs juga diyakini berisiko terkena dampak, seperti desa Punggye-ri dan kota Chongji yang berjarak 80 km dari situs uji coba.

Namun, tidak diketahui apakah daerah berpenduduk tersebut dievakuasi atau diperingatkan terkait uji coba nuklir.

4. Risiko radiasi

Korut mengklaim tidak ada kebocoran radiasi dari uji coba nuklir yang terakhir.

Baca juga : Situs Uji Coba Nuklir Korut Punggye-ri Ditutup karena Berbahaya

Di sisi lain, media Korsel dan Jepang melaporkan para pekerja di lokasi dan penduduk sekitarnya menderita dampak dari paparan radioaktif, termasuk kanker dan kelahiran bayi cacat.

Laporan itu berdasarkan para pembelot dan peneliti dari Korut. Kementerian Unifikasi Korsel melakukan pemeriksaan medis terhadap 30 pembelot yang berasal dari wilayah potensial terpapar radioaktif.

Hasilnya, empat dari mereka menunjukkan geajala terkait paparan radiasi. Namun, peneliti tidak dapat menyimpulkan masalah tersebut disebabkan uji coba nuklir.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X