Kompas.com - 26/04/2018, 09:45 WIB
Peserta aksi unjuk rasa mulai berkumpul di sepanjang perbatasan Jalur Gaza dengan Israel, Jumat (30/3/2018). Aksi tersebut berakhir bentrok dan menewaskan belasan warga Palestina. AFP/SAID KHATIBPeserta aksi unjuk rasa mulai berkumpul di sepanjang perbatasan Jalur Gaza dengan Israel, Jumat (30/3/2018). Aksi tersebut berakhir bentrok dan menewaskan belasan warga Palestina.

GAZA CITY, KOMPAS.com - Seorang jurnalis asal Gaza menjadi korban tewas saat meliput aksi protes warga Palestina di Jalur Gaza.

Laporan Reuters, seperti dilansir dari Middle East Monitor, Rabu (25/4/2018), jurnalis Ahmed Abu Hussein (25) ditembak oleh pasukan Israel dalam demonstrasi yang digelar pada 13 April lalu.

Pemerintah Israel juga telah mengizinkan Hussein untuk dirawat di rumah sakit yang berada di Tepi Barat.

Dengan segera, Hussein dipindahkan ke Israel untuk mendapatkan perawatan. Namun, dia menyerah dengan luka-luka yang dideritanya pada Rabu (25/4/2018) sore, di RS Sheba, dekat dengan Tel Aviv.

Baca juga : Bentrokan di Gaza, Israel Tembak 9 Warga Palestina Termasuk Jurnalis

Jenazahnya akan dipindahkan ke Gaza untuk dimakamkan pada Kamis (26/4/2018).

Hussein merupakan jurnalis kedua yang tewas dalam satu bulan terakhir, saat meliput demonstrasi di perbatasan Gaza.

Diberitakan AFP, Hussein bekerja untuk Radio Shaab, sebuah stasiun radio yang terkenal dekat dengan sayap kanan partai Front Liberasi Palestina (PFLP), sekaligus menjadi fotografer kantor berita lokal.

Kementerian kesehatan di Gaza menyatakan, Hussein tertembak di perutnya, ketika meliput aksi protes di Jabalia, Gaza bagian utara.

Dalam sejumlah foto yang beredar menunjukkan dirinya mengenakan helm pers, beberapa saat setelah insiden penembakan terjadi. Namun, tentara Israel tidak segera merespons peristiwa tersebut.

Baca juga : Israel: Semua Orang di Jalur Gaza Memiliki Hubungan dengan Hamas

Persatuan jurnalis Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan, otoritas Israel secara penuh bertanggung jawab atas tindak kejahatan itu dan akan mengajukan tuntutan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X