Kompas.com - 22/04/2018, 12:23 WIB

RIYADH, KOMPAS.com — Pasukan keamanan Arab Saudi mengklaim telah menembak jatuh pesawat tanpa awak atau drone untuk tujuan rekreasi di Riyadh, Sabtu (21/4/2018).

Dilansir dari VOA, pernyataan terkait penembakan drone mainan itu dilakukan untuk meredakan spekulasi atas beredarnya video di media sosial yang menunjukkan bentrokan dan penembakan yang belum terkonfirmasi di dekat istana kerajaan.

Juru bicara kepolisian wilayah Riyadh menyatakan, drone yang terbang tanpa izin itu terlihat pada pukul 19.50 waktu setempat. Saat peristiwa terjadi, Raja Salman sedang tidak berada di istana.

"Raja berada di pertaniannya di Diriya," kata pejabat kepolisian.

Baca juga: Hari Ini, Bioskop Pertama di Arab Saudi Putar "Black Panther"

Sebelumnya, beredar rekaman amatir yang memperlihatkan adanya tembakan keras yang berlangsung selama 30 detik. Spekulasi di dunia maya mengarah pada kemungkinan adanya upaya kudeta di negara pengekspor utama minyak dunia itu.

Satu video juga menunjukkan dua mobil polisi diparkir di tengah jalan yang gelap. Namun, video tersebut tidak dapat diverifikasi keasliannya secara independen.

Terkait rekaman tersebut, pejabat memastikan drone sudah ditembak jatuh, dan pemerintah akan mengeluarkan peraturan penggunaan pesawat tanpa awak untuk tujuan rekreasi.

The New York Times mewartakan, kelompok pemberontak di Yaman, Houthi, kerap menggunakan drone yang dilengkapi senjata untuk berupaya targetkan ibu kota Saudi.

Kelompok itu juga pernah menembakan rudal balistik ke kerajaan itu. Saudi bersama dengan koalisinya telah terlibat dalam peperangan untuk mengalahkan Houthi yang diklaim didukung oleh Iran.

Dilansir dari AFP, keamanan di sekitar istana telah diperketat dalam beberapa bulan terakhir, setelah Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman melakukan reformasi kebijakan di bidang sosial dan ekonomi.

Baca juga: Raja Arab Saudi Beri Sumbangan Rp 2 Triliun untuk Palestina

Istana Kerajaan Saudi telah menjumpai teror mematikan pada Oktober lalu saat seorang pria bersenjata menembak mati dua penjaga dan melukai tiga lainnya di gerbang istana kerajaan di Jeddah.

Para pasukan penjaga istana membunuh pria bersenjata itu, yang diidentifikasi sebagai warga Saudi berusia 28 tahun. Pria tersebut membawa sebuah senapan serbu Kalashnikov dan tiga granat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.