Raja Arab Saudi Beri Sumbangan Rp 2 Triliun untuk Palestina

Kompas.com - 16/04/2018, 05:15 WIB
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz saat menghadiri pertemuan tingkat tinggi Konferensi Liga Arab di kota Dhahran, Minggu (15/4/2018). AFP/BANDAR AL-JALOUD/ SAUDI ROYAL PALACERaja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz saat menghadiri pertemuan tingkat tinggi Konferensi Liga Arab di kota Dhahran, Minggu (15/4/2018).

DHAHRAN, KOMPAS.com - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz mengumumkan pada Minggu (15/4/2018), akan memberikan dana hibah sebesar 150 juta dollar AS (sekitar Rp 2 triliun) kepada Palestina.

Pemberian dana tersebut dimaksudkan untuk membantu biaya pemeliharaan situs warisan Islam di Yerusalem Timur.

"Arab Saudi mengumumkan pemberian hibah sebesar 150 juta dollar untuk mendukung administrasi bangunan Islam di Yerusalem," kata Raja Saudi dalam pembukaan Konferensi Liga Arab di kota Dhahran, timur kerajaan.

Selain mengumumkan pemberian dana hibah, Raja Salman turut memberi nama pertemuan tingkat tinggi di Dhahran dengan nama "Konferensi Yerusalem".

Baca juga: Raja Salman Berjanji Bangun Stadion Sepak Bola di Irak

"Nama Konferensi Yerusalem dimaksudkan agar seluruh agar seluruh dunia mengetahui bahwa Palestina dan rakyatnya tetap menjadi perhatian Arab," kata Raja Salman, dilansir AFP.

Pengumuman seputar pendanaan tersebut sekaligus sebagai kritikan terhadap pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan pemindahan kedutaan besarnya dari Tel Aviv.

Tak hanya memberi dana hibah untuk Palestina, Kerajaan Saudi juga mengumumkan pemberian sumbangan kepada Badan Urusan Pengungsi Palestina PBB (UNRWA) sebesar 50 juta dollar AS (sekitar Rp 688 miliar).

Organisasi urusan pengungsi yang bergerak memberikan bantuan kepada lebih dari tiga juta orang itu tengah menghadapi kesulitan pendanaan serius setelah AS memutuskan memotong anggaran bantuannya tahun ini.

Pada Maret lalu, UNRWA bahkan telah mengumumkan akan kehabisan dana dan tidak akan dapat menjalankan operasional hingga musim panas.

Kepala UNRWA, Pierre Krahenbuhl menyampaikan, organisasinya membutuhkan dana hingga 441 juta dollar AS (sekitar Rp 6 triliun) untuk dapat terus beroperasi, namun para pendonor hanya mampu menjanjikan anggaran sebesar 100 juta dollar.

Baca juga: Trump Desak Raja Salman Akhiri Blokade terhadap Qatar



Sumber AFP
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X