Warga Xinjiang Harus Tunjukkan KTP saat Beli Tiket Kereta Bawah Tanah

Kompas.com - 11/04/2018, 19:54 WIB
Jaringan kereta api bawah tanah Xinjiang akan beroperasi penuh pada akhir tahun ini. SCMPJaringan kereta api bawah tanah Xinjiang akan beroperasi penuh pada akhir tahun ini.
|

BEIJING, KOMPAS.com - Kereta bawah tanah pertama di Xinjiang, China akan segera beroperasi, tetapi tak semua warga bisa menggunakan sarana transportasi ini.

Warga yang bisa menggunakan kereta api baru ini hanyalah mereka yang menunjukkan KTP saat membeli tiket kereta yang beroperasi di ibu kota Urumqi itu.

Warga China memang sudah sejak lama harus menunjukkan KTP saat membeli tiket kereta api dan sejak Maret tahun lalu penumpang bus jarak jauh juga harus menunjukkan KTP saat membeli tiket.

Namun, Urumqi menjadi kota pertama yang menerapkan registrasi nama untuk penumpang kereta api yang baru akan menjalani uji coba pada Juni mendatang dan beroperasi penuh akhir tahun ini.

Baca juga : Pemerintah China Kumpulkan DNA Warga Minoritas di Xinjiang

Menurut aturan yang diterbitkan pada Minggu (8/4/2018) itu, calon penumpang harus mendaftarkan nama saat membeli tiket.

Mereka yang membeli tiket dengan menggunakan KTP orang lain akan dikenai denda antara 50-200 yuan atau Rp 100-450 ribu.

Maya Wang, seorang periset senior Human Right Watch mengatakan, aturan tersebut merupakan bagian dari upaya pengetatan pengawasan dan kontrol pemerintah di Xinjiang.

Dalam satu dekade terakhir, ratusan orang tewas dalam kekerasan etnis antara etnis Uygur, penduduk asli Xinjiang dengan etnis Han yang pendatang.

Pemerintah China menuding penyebab pertumbahan darah itu merupakan ulah kelompok ekstremis dan separatis Islam.

Namun, para pendukung warga Uygur mengatakan, tekanan pemerintah terhadap kebebasan beragama dan perbedaan perlakuan terhadap warga Uygur menjadi penyebab gelombang kekerasan itu.

Baca juga : China Akan Bangun Terowongan Tibet-Xinjiang Sepanjang 1.000 Kilometer



Sumber SCMP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X