Kompas.com - 08/04/2018, 12:01 WIB
Seorang perempuan di Kamboja menggoreng tarantula untuk turis di kota Skun di provinsi Kampong Cham. Foto ini diambil pada 14 Maret 2018. (AFP/Tang Chhin Sothy) Seorang perempuan di Kamboja menggoreng tarantula untuk turis di kota Skun di provinsi Kampong Cham. Foto ini diambil pada 14 Maret 2018. (AFP/Tang Chhin Sothy)

SKUN, KOMPAS.com — Tarantula, sebagian orang akan merinding ketika mendengar namanya. Tergambarkan jelas bagaimana hewan ini memiliki bulu di seluruh tubuhnya hingga kaki-kakinya.

Belum lagi gigitannya yang beracun. Hewan yang ukurannya lebih besar daripada laba-laba lainnya ini terkadang juga dipelihara manusia.

Di Kamboja, tarantula justru menjadi santapan manusia. Penduduk setempat menyebut, hewan berkaki delapan ini rasanya seperti daging kepiting. Tarantula paling enak dibumbui garam dan bawang putih, kemudian digoreng dalam minyak panas.

Baca juga: Tarantula Baru Ditemukan di Amerika Selatan, Warnanya Biru Elektrik

Namun, keberadaannya dikhawatirkan akan lenyap mengingat penebangan hutan dan perburuan yang tak terkendali.

Dilansir dari AFP, di wilayah Skun, Provinsi Kampong Cham, yang kerap dijuluki "Spiderville", para turis dapat menyaksikan bagaimana hewan itu digoreng dan disantap.

Sebagian besar pelanggan merupakan pendudukan setempat. Aping, camilan tradisional dari tarantula ini, kian langka sehingga harganya bertambah mahal.

"Aping terkenal di Kamboja, tetapi sekarang jumlahnya tidak berlimpah karena tarantula menjadi langka," kata seorang penjual, Chea Voeun.

Kios milik Voeun tidak hanya menjual tarantula goreng, serangga goreng lainnya, termasuk jangkrik dan kalajengking, juga dapat ditemukan di sini.

Baca juga: Ilmuwan Brasil Temukan Tarantula Tengah Memangsa Seekor Ular

Voeun telah menjual kelezatan tarantula goreng selama 20 tahun. Dia mencari laba-laba itu di hutan, dekat tempat tinggalnya.

Pepohonan hutan yang kini digantikan perkebunan jambu mete memaksa Voeun dan pedagang lainnya bergantung pada pemasok dari provinsi lain.

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X