Kompas.com - 20/02/2018, 13:23 WIB
Pemimpin Palestina, Mahmoud Abbas, akan menemui Presiden AS, Donald Trump, di Washington DC, AS, pada 3 Mei 2017.
Associated PressPemimpin Palestina, Mahmoud Abbas, akan menemui Presiden AS, Donald Trump, di Washington DC, AS, pada 3 Mei 2017.

NEW YORK, KOMPAS.com - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, bakal segera menghadiri sidang Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat.

Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour berkata, kedatangan Abbas bakal menjadi yang pertama kali sejak 2009.

Seperti diberitakan AFP Selasa (20/2/2018), kedatangan Abbas adalah memberikan sebuah solusi terkait polemik Yerusalem.

Palestina melancarkan protes keras sejak Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel (6/12/2017).

Baca juga : Israel Ancam Potong Bantuan ke Palestina

Saat itu, Abbas sempat mengatakan kalau AS tidak akan lagi berperan sebagai mediator dalam proses perdamaian Israel-Palestina.

"Presiden merasa, ini adalah waktu yang tepat bagi pendekatan kolektif dengan memperhatikan Yerusalem," ujar Mansour.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam solusi "dua negara" yang ditawarkan Abbas, AS tidak akan ditanggalkan dalam proses perundingan damai.

Dalam pandangan Abbas, seperti diungkapkan Mansour, AS bukan lagi pemain utama. Melainkan bagian dari proses kolektif.

Selain itu, langkah ini diperlukan karena Israel enggan menerima pihak selain AS sebagai mediator. Mereka sering menuduh Uni Eropa (UE) dan PBB bias dalam pengambilan keputusan.

"Inti dari usulan ini adalah kami menginginkan adanya peran yang lebih aktif dalam proses perdamaian," ujar Mansour kembali.

Sementara Juru Bicara Abbas, Nabil Abu Rudeina, berujar kalau mereka berjuang untuk mempertahankan klaim mereka terhadap Yerusalem.

Sejak awal, Palestina telah mewacanakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan mereka.

Resolusi PBB juga telah melarang negara lain memindahkan kedutaan besarnya di sana hingga ada kesepakatan final di antara Palestina dan Israel.

"Babak baru dalam perjuangan kami telah dimulai sekarang," tegas Rudeina.

Baca juga : Presiden Palestina Berkunjung ke Rusia, Cari Dukungan terkait Yerusalem



Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.