Kompas.com - 16/02/2018, 05:04 WIB

PARKLAND, KOMPAS.com - Pelaku penembakan massal di SMA Majory Stoneman Douglas Florida, Nikolas Cruz, dikabarkan merupakan anggota kelompok supremasi kulit putih. Cruz bahkan disebut sempat bergabung dalam latihan militer.

Informasi tersebut disampaikan kelompok hal asasi, Liga Anti-Penistaan (ADL) pada Kamis (16/2/2018) yang mendapatkan keterangan dari salah satu pemimpin kelompok bayangan Republik Florida (ROF), Jordan Jereb.

ADL merupakan sebuah organisasi non-pemerintah Yahudi Internasional yang berbasis di AS. Sementara ROF adalah sebuah organisasi paramiliter yang bermarkas di negara bagian Florida.

Baca juga: Penembakan Massal Florida, Trump Perintahkan Bendera Setengah Tiang

Diberitakan AFP, menurut Jereb, Cruz telah diangkat oleh salah satu anggota kelompok tersebut dan bergabung dalam latihan yang digelar di dekat Tallahassee, Florida.

ROF yang dalam laman situsnya mendeskripsikan kelompok mereka sebagai "organisasi hak-hak orang kulit putih yang memperjuangan politik identitas diri" ini mengajak pada terciptanya negara bagian etnis kulit putih di Florida.

ADL menyebut kelompok tersebut meminjam konsep paramiliter dari gerakan milisi ekstrem anti-pemerintah.

Meski demikian, Jereb menegaskan kepada ADL, bahwa ROF tidak pernah memerintahkan maupun mendukung tindakan yang dilakukan Cruz dengan menyerang bekas sekolahnya dahulu.

Dalam sebuah wawancara dengan media AS, Daily Beast, Jereb menyebut Cruz hanya sebagai pemuda kulit putih yang tidak berpendirian.

"Saya tidak yakin apa yang dia yakini. Saya tahu dia tahu betul kalau dia bergabung dengan sebuah organisasi proto-fasis separatis kulit putih," kata dia.

Jereb mengaku bahwa Cruz adalah anggota dari bagian kelompok tersebut di Clearwater, Florida yang berjarak sekitar 300 kilometer arah barat laut Parkland. Dia juga mengatakan Cruz telah berlatih bersama mereka.

"Dia mungkin menggunakan hasil latihan itu untuk melakukan apa yang dia lakukan kemarin. Tapi saya tegaskan, tidak ada seorang pun yang saya ketahui telah memerintahkan hal itu kepadanya," kata Jereb.

Baca juga: 17 Orang Tewas dalam Insiden Penembakan Sekolah di Florida

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Cruz telah menyerang dan melakukan penembakan massal di SMA Majory Stoneman Douglas Florida, Rabu (14/2/2018).

Cruz membawa senapan serbu semi-otomatis AR-15, mengenakan rompi anti-peluru dan membawa granat asap. Pemuda 19 tahun itu menembaki dan menyebabkan sebanyak 17 orang tewas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.