Bangladesh Libatkan PBB dalam Pemulangan Pengungsi Rohingya

Kompas.com - 12/02/2018, 22:57 WIB
Anak-anak pengungsi Muslim Rohingya tengah menanti pembagian bantuan makanan di kamp pengungsian di Thankali, distrik Ukhia, Bangladesh. Munir Uz Zaman / AFPAnak-anak pengungsi Muslim Rohingya tengah menanti pembagian bantuan makanan di kamp pengungsian di Thankali, distrik Ukhia, Bangladesh.

DHAKA, KOMPAS.com - Pemerintah Bangladesh telah menandatangani kesepakatan dengan Perserikatan Bangsa-bangsa ( PBB) untuk melibatkan organisasi dunia itu dalam masalah pemulangan pengungsi Rohingya ke Myanmar.

Menteri Muda Luar Negeri Bangladesh Shahriar Alam mengatakan, pada Senin (12/2/2018), pemerintah melibatkan Badan Pengungsi PBB sehingga proses pemulangan dapat dilakukan tanpa dituduh melakukan paksaan terhadap para pengungsi.

Alam menerangkan, setiap pengungsi yang akan dipulangkan, nantinya diminta untuk mengisi formulir pemulangan di hadapan pejabat PBB.

Baca juga: Menteri Myanmar: Rohingya Harus Kembali atau Terima Konsekuensi

Bangladesh dan Myanmar sebelumnya telah menyepakati program pemulangan bagi sekitar 700.000 pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan militer di kampung halaman mereka, Rakhine, pada Agustus 2017.

Kesepakatan pemulangan awalnya direncanakan dimulai akhir Januari 2018 lalu, namun dalam prosesnya mengalami penundaan hingga saat ini lantaran persiapan yang belum selesai, serta protes yang dilakukan para pengungsi.

Para pengungsi banyak yang menolak proses pemulangan karena khawatir terhadap keamanan dan keselamatan nyawa mereka di Rakhine.

"Kami telah berulang kali menyampaikan, proses pemulangan sangatlah kompleks," kata Alam dikutip AFP.

Belum ada peryataan dari PBB terkait kesepakatan pemulangan tersebut, termasuk terkait keharusan para pengungsi melakukannya secara sukarela.

Alam menegaskan, Bangladesh tidak hanya sekadar ingin mengirim kembali para pengungsi tanpa memastikan jaminan keamanan mereka setibanya di Myanmar.

Baca juga: Pemerintah Myanmar Diduga Membiarkan Warga Rohingya Kelaparan

Hingga saat ini, warga Rohingya masih berdatangan ke Bangladesh. Para pengungsi baru itu menceritakan adanya pelanggaran hak asasi yang dilakukan umat Budha dan militer di Myanmar.



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X